KUA Medan Sunggal, Gelar Bimbingan Perkawinan di Hari Pertama Kerja Pasca Idul Fitri
Daerah

KUA Medan Sunggal, Gelar Bimbingan Perkawinan di Hari Pertama Kerja Pasca Idul Fitri

  25 Mar 2026 |   8 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi, langsung mengawali aktivitas pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah dengan melaksanakan bimbingan perkawinan (bimwin) di hari pertama masuk kerja. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, JL. Seroja No.1 Medan Sunggal, Rabu (25/03), sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pembekalan kepada calon pengantin agar siap membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas.

Dalam kegiatan bimwin tersebut, hadir sepasang calon pengantin yakni Faizal Praduanda sebagai calon mempelai laki-laki dan Ananda Amalia Shahab sebagai calon mempelai perempuan. Keduanya dijadwalkan akan melangsungkan pernikahan pada, Sabtu (28/3/ 2026). Suasana bimbingan berlangsung hangat dan penuh perhatian, di mana pasangan calon pengantin diberikan pemahaman mendalam mengenai kehidupan berumah tangga.

Paidi dalam penyampaiannya menekankan bahwa kehidupan rumah tangga tidak akan terlepas dari berbagai ujian dan cobaan. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan mental, kesabaran, serta komitmen yang kuat dari kedua belah pihak agar mampu melewati setiap persoalan yang muncul dalam perjalanan rumah tangga. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi, saling pengertian, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan utama dalam membina keluarga.

“Dalam kehidupan rumah tangga pasti ada ujian, tidak ada rumah tangga yang berjalan tanpa cobaan. Namun yang terpenting adalah bagaimana suami dan istri mampu bersabar, saling menguatkan, dan bersama-sama mencari solusi agar setiap ujian dapat dilalui dengan baik,” ujar Paidi.

Perkawinan yang dilaksanakan ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan bekal ilmu dan nasihat yang diberikan, diharapkan pasangan calon pengantin mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta menjadi keluarga yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan. (PAI)

Bagikan Artikel Ini

Infografis