KUA Marpoyan Damai Berkolaborasi dengan Puskesmas dan Densus 88 Gelar BRUS di SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru
Daerah

KUA Marpoyan Damai Berkolaborasi dengan Puskesmas dan Densus 88 Gelar BRUS di SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru

  15 Jul 2026 |   34 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Pekanbaru (Humas) Diawal Pembelajaran Pendidikan Tahun Ajaran 2026-2027 KUA Marpoyan Damai kembali gelar Goes To School ke SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau. Selasa (14/7/2026). "Kesuksesan Dimasa Depan Adalah Hasil Kesabaran dan Kerja Keras Hari ini Dalam Mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045".

Turut dihadiri oleh Camat Marpoyan Damai yang diwakili langsung oleh Lurah Perhentian Marpoyan Yanuarti, Ka. KUA Kecamatan Marpoyan Damai, Hasbirullah, Kepala SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau, Elvita Herasanty, Ka. Puskesmas Simpang Tiga, Sri Elfida Basyar, Tim Satgaswil Densus 88 Provinsi Riau, Bayu, Penghulu, Penyuluh Agama Islam serta Siswa-siswi SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau berjumlah sekitar 229 orang.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari nikah usia dini dan memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam mendeteksi dini serta mencegah penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN Pertanian Terpadu Provinsi Riau Elvita Herasanty, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Pekanbaru melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Marpoyan Damai yang telah melaksanakan kegiatan positif ini. Mulai Tim Panitia beberapa bulan lalu mengunjungi kami yaitu Penghulu KUA Afder Darius, dan Penyuluh Agama Islam Addinal Khairi,  Dengan harapan semoga sinergitas ini akan terus terjalin demi masa depan siswa itu sendiri.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini pula para remaja  khususnya siswa akan terhindar dari pernikahan dini," harapnya

Kepala KUA Kecamatan Marpoyan Damai, Hasbirullah,  menyampaikan, terima kasih kepada pihak sekolah yang telah mempersiapkan tempat dan siswa untuk dapat mengikuti kegiatan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat dibutuhkan oleh para siswa yang telah menginjak masa remaja.

"Semua cita-cita akan tercapai apabila para remaja ini diberi pemahaman agama dan pemahaman tentang cara bergaul yang baik dengan tujuan untuk mencegah siswa putus sekolah dikarenakan salah pergaulan sehingga akan membawanya ke pernikahan usia dini," tambahnya.

Melalui diskusi interaktif, peserta memperoleh pemahaman mengenai strategi pencegahan, deteksi dini, dan penanganan anak yang berpotensi terpapar paham radikalisme dan ekstremisme kekerasan. Kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, sekolah, keluarga, psikolog, dan lembaga perlindungan anak dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh ideologi radikal.

"Kami ingin para siswa juga paham bahwa narkoba adalah musuh bersama, dan perundungan harus dihentikan. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar," Bayu

Bayu menambahkan pentingnya peran guru dan orang tua serta tokoh agama melalui para Penyuluh Agama dalam memantau perilaku anak-anak agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat mengganggu tumbuh kembang mereka.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta ditutup dengan pemberian suvenir berisi pesan-pesan kontra narasi kepada peserta yang aktif selama diskusi.


Bagikan Artikel Ini

Infografis