KUA Laubaleng Bersama BKKBN dan Puskesmas Gelar Program BRUS di SMP Swasta Musyawarah Perbulan
Daerah

KUA Laubaleng Bersama BKKBN dan Puskesmas Gelar Program BRUS di SMP Swasta Musyawarah Perbulan

  06 Aug 2026 |   11 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Lau Baleng, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Laubaleng menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) bagi para siswa di SMP Swasta Musyawarah, Desa Perbulan, Kecamatan Laubaleng, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan strategis ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Pihak Sekolah, Penyuluh BKKBN Laubaleng, serta UPTD Puskesmas Laubaleng dengan mengusung tema, "Circle Sehat Bebas Maksiat, Saling Merangkul Bukan Memukul, dan Beradab Dalam Bergaul".

Program BRUS ini bertujuan untuk memberikan edukasi komprehensif bagi para pelajar dalam menghadapi masa transisi remaja. Melalui bimbingan ini, para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai karakter berakhlak, kesehatan reproduksi, bahaya perundungan (bullying), serta pencegahan pernikahan dini demi mewujudkan generasi muda yang sehat dan berdaya saing.

Kepala KUA Laubaleng, Sukariadi Ginting, S.Ag., M.Pem.I., menegaskan pentingnya penanaman nilai agama dan moral sejak dini bagi generasi muda. "Remaja adalah aset bangsa yang harus kita lindungi dari pergaulan negatif. Melalui kegiatan BRUS ini, kami ingin menanamkan benteng keagamaan dan etika bergaul agar para siswa terhindar dari tindakan maksiat maupun kekerasan di lingkungan sekolah," ujar Sukariadi.

Sementara itu, Kepala SMP Swasta Musyawarah, Siskawati Br Ginting, S.Pd., menyambut hangat dan mengapresiasi penuh pelaksanaan program edukatif tersebut di sekolahnya. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KUA, BKKBN, dan Puskesmas Laubaleng. Pembekalan seperti ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kami agar mereka memiliki pergaulan yang positif dan termotivasi untuk fokus meraih cita-cita", tutur Siskawati. 



Dari sudut pandang kependudukan dan keluarga berencana, Pemateri dari BKKBN Laubaleng, Marfuah Auliah S Hsb, S.Trp.Keb., memaparkan materi mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) serta dampaknya. "Pernikahan di usia dini membawa berbagai dampak risiko sosial, ekonomi, hingga kesehatan. Kami mengajak anak-anak remaja untuk merencanakan masa depan dengan matang, menuntaskan pendidikan, serta menghindari pernikahan anak," jelas Marfuah.

Tak kalah penting, Silvia Martalena dari UPTD Puskesmas Laubaleng turut menyoroti kesehatan fisik dan mental para pelajar. "Remaja yang sehat adalah fondasi lahirnya generasi bebas stunting di masa depan. Kami memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, serta penerapan gaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," paparnya.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para siswa-siswi SMP Swasta Musyawarah Perbulan. Para peserta tampak aktif berdiskusi dan mengikuti seluruh rangkaian acara hingga sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan sekolah yang ramah dan kondusif.

Melalui sinergitas KUA, BKKBN, Puskesmas, dan pihak sekolah ini, diharapkan program BRUS dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah nyata dalam membentuk karakter remaja Kecamatan Laubaleng yang berakhlak mulia, sehat jasmani-rohani, serta cerdas dalam bergaul. (Hijrah Alkhoir/Ribu Noberta)

Bagikan Artikel Ini

Infografis