KUA Kotarih Bangun Budaya Diskusi, Bahas Takdir Bersama Penyuluh dan Staf
Daerah

KUA Kotarih Bangun Budaya Diskusi, Bahas Takdir Bersama Penyuluh dan Staf

  03 Feb 2026 |   22 |   Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Kotarih, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kotarih, Jamaluddin, membuka forum diskusi keagamaan bersama para penyuluh agama dan staf KUA Kotarih pada Senin, (02/02). Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kotarih ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, memperluas wawasan, serta memperkuat pemahaman keagamaan para pegawai dalam suasana dialogis dan terbuka.

Forum diskusi ini difokuskan pada pembahasan tema takdir, yang menjadi salah satu konsep penting dalam akidah Islam. Melalui diskusi ini, peserta diajak untuk memahami takdir tidak hanya secara teoritis, tetapi juga dalam konteks kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjalani tugas sebagai aparatur dan pelayan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan cara pandang yang lebih bijak, seimbang, dan produktif dalam menyikapi berbagai peristiwa kehidupan.

Dalam forum tersebut, salah satu penyuluh agama, Haidir, menyampaikan pandangannya terkait konsep takdir. “Takdir terbagi menjadi dua macam, ada takdir yang sudah ditentukan oleh Allah dan tidak dapat diubah, dan ada juga takdir yang bisa diubah oleh manusia itu sendiri,” ujarnya. Pernyataan ini memantik diskusi yang lebih mendalam mengenai ikhtiar, doa, dan tanggung jawab manusia dalam menjalani kehidupan.

Diskusi berlangsung dengan suasana hangat dan penuh antusiasme. Para peserta aktif menyimak, menanggapi, serta saling berbagi pemahaman terkait tema yang dibahas. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh merupakan bagian dari ikhtiar yang harus dilakukan oleh setiap individu.

Melalui forum diskusi ini, KUA Kotarih berharap dapat terus membangun budaya belajar dan berdiskusi di lingkungan kerja. Kegiatan seperti ini dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi spiritual maupun intelektual. Ke depan, forum diskusi serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana pembinaan internal yang mendukung terciptanya aparatur yang berilmu, berakhlak, dan profesional.

Bagikan Artikel Ini

Infografis