Daerah

KUA Biru-Biru Implementasikan Program Kampung Moderasi Beragama melalui Aksi Bersih & Pembinaan Masjid Al Jihad Ajibaho
24 Nov 2025 | 33 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Biru-Biru, (Humas). KUA Kecamatan Biru-Biru kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan program Kampung Moderasi Beragama melalui kegiatan pembersihan dan pembinaan Masjid Al Jihad, Desa Ajibaho, Jumat (19/11). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA Biru-Biru, Zulkifli Lubis, S.Ag., bersama jajaran staf KUA.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Murnisah, S.Ag., Pengadministrasi Perkantoran Harianti, S.H. dan Lailatul Husna, Pranata Layanan Operasional Katolik Julista Br Tarigan, serta Penghulu Ahli Pertama Khairul Abdi, S.H.
Kegiatan dimulai dengan gotong royong membersihkan area Masjid Al Jihad, baik di bagian dalam maupun luar masjid. Aksi kebersihan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi nilai moderasi beragama, yaitu toleransi, kerja sama lintas unsur, kepedulian sosial, dan memperkuat harmoni antarwarga.
Kehadiran tim lintas layanan KUA Biru-Biru, termasuk unsur Katolik, menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama tidak hanya dilakukan melalui program formal, tetapi juga aksi sosial yang membangun kebersamaan.
Usai kegiatan bersih-bersih, Kepala KUA Biru-Biru, Zulkifli Lubis, S.Ag., memberikan pembinaan langsung kepada pengurus Masjid Al Jihad. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya masjid sebagai pusat peradaban umat, tempat pembinaan akhlak, dan pemersatu masyarakat desa.
Beliau juga menyampaikan bahwa KUA Biru-Biru siap terus mendampingi masjid-masjid di wilayah Kecamatan Biru-Biru, terutama yang mengalami kekosongan kegiatan.
Sebagai bentuk dukungan spiritual, Zulkifli Lubis, S.Ag. bertindak sebagai khatib Jumat. Masjid Al Jihad sebelumnya sempat vakum dalam aktivitas ibadah Jumat, sehingga kehadiran beliau kembali menghidupkan suasana keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam khutbahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga dan menegakkan shalat sebagai pilar utama kehidupan seorang Muslim. Beliau menyampaikan:
“Shalat adalah tiang agama. Apabila shalat ditegakkan, maka kehidupan seorang Muslim akan kokoh oleh nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, dan ketakwaan. Namun bila shalat ditinggalkan, runtuhlah sendi-sendi keimanan. Karena itu, marilah kita bersama menghidupkan masjid, memakmurkannya dengan shalat berjamaah, sebab di sanalah keberkahan dan persatuan umat itu tumbuh.”
Dalam khutbahnya juga, beliau mengajak jamaah untuk kembali menghidupkan masjid, memperkuat silaturahmi, meningkatkan toleransi antarwarga, serta menjaga kebersamaan sebagai pondasi moderasi beragama.
Melalui kegiatan ini, KUA Biru-Biru menunjukkan bahwa implementasi Kampung Moderasi Beragama bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
KUA Biru-Biru berkomitmen untuk terus hadir, mendampingi, dan membina rumah-rumah ibadah demi terciptanya kecamatan yang rukun, aktif, dan penuh nilai moderasi.