KUA Batu Sopang Kolaborasi dengan Baznas Kabupaten Paser Selenggarakan Pembinaan Mualaf se-Kecamatan Batu Sopang
11 Sep 2025 | 127 | Penulis : Humas APRI Kab. Paser | Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur
Batu Sopang — Kantor Urusan Agama Batu Sopang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Mualaf se-Kecamatan pada Rabu, 10 September 2025. Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara KUA Batu Sopang dengan Baznas Kabupaten Paser, serta didukung penuh oleh Yayasan Insan Mulia Pama. Acara ini dihadiri oleh 14 peserta mualaf, menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Kegiatan yang dilaksanakan di gedung KUA Batu Sopang ini menghadirkan tiga narasumber terkemuka, yaitu Akmaluddin dan Nashruddin Atha, dari Baznas Kabupaten Paser, serta Mustafa Yuda.
Dalam pemaparannya, Mustafa Yuda menyampaikan materi tentang Fiqih Islam dalam Keseharian. Ia menjelaskan bahwa ilmu fiqih adalah kewajiban yang harus dipelajari setiap Muslim karena merupakan landasan utama bagi keabsahan ibadah. Ia juga mengutip beberapa hadis, termasuk riwayat Bukhari dan Muslim, yang menyebutkan bahwa "barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan, maka Dia akan jadikan orang tersebut faqih dalam agama".
Selain itu, Ustaz Mustafa Yuda juga menyertakan ayat Al-Qur'an sebagai dalil yang relevan dengan materi yang disampaikan. Salah satunya adalah Surah An-Nur ayat 63, yang berbunyi:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِةٍ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
(Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih).
Materi pembinaan mencakup berbagai aspek fiqih, yang terbagi menjadi tiga macam:
- Fiqih Ibadah, yang membahas semua jenis ibadah seperti salat, zakat, puasa, dan haji , serta tata cara bersuci dari najis dan hadas.
- Fiqih Muamalah, yang berfokus pada niaga dan usaha, dengan contoh seperti akad jual beli, utang piutang, dan pinjam meminjam .
- Fiqih Munakahat, yang membahas tentang pernikahan, termasuk akad, nafkah, dan perceraian .
Acara ditutup dengan kesimpulan yang menyentuh hati. Disampaikan bahwa syariat Islam diturunkan untuk memuliakan dan mengangkat harkat martabat manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesimpulan ini diperkuat dengan pengutipan Surah Al-Hujurat ayat 13, sebuah pengingat yang indah tentang persatuan dan ketakwaan:
يَأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَكُمْ شُعُوبًا وَقَبَابِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَنَكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
(Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti).
Sebagai penutup, setiap peserta yang hadir tidak hanya pulang dengan bekal ilmu yang berharga, tetapi juga menerima paket sembako sebagai bentuk dukungan dan kepedulian dari Yayasan Insan Mulia Pama, memperkuat tali silaturahmi dan semangat persaudaraan Islam.