Daerah
KUA Bandar Khalifah Menyapa Umat: Sedekah Wujud Syukur Bersama Jamaah PT. Karindo
19 Dec 2025 | 45 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bandar Khalifah, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Khalifah menyapa umat melalui kegiatan pembinaan keagamaan bersama jamaah Salat Jumat di PT. Karindo, Kecamatan Bandar Khalifah, Jumat (19/12).
Dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KUA Bandar Khalifah, Edi Syahputera Siregar, S.Ag, didampingi Penghulu Aji Panagara, S.Ag, mengajak jamaah untuk menghidupkan sedekah sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT serta ikhtiar spiritual agar terhindar dari dampak bencana.
Dalam Khutbahnya, Plt. Kepala KUA menjelaskan bahwa musibah dapat menimpa siapa saja, namun dampaknya sangat ditentukan oleh sikap dan respon manusia. Ia membagi manusia ke dalam dua golongan dalam menghadapi musibah.
Golongan pertama adalah mereka yang mendapat musibah tetapi tidak terdampak secara negatif, karena mampu menyikapinya dengan iman, kesabaran, dan muhasabah. Musibah dijadikan sarana perbaikan diri, peningkatan amal, serta penguatan kepedulian sosial.
Golongan kedua adalah mereka yang mendapat musibah dan terdampak secara negatif, karena menyikapinya dengan keluh kesah, menyalahkan keadaan, serta jauh dari introspeksi. Akibatnya, musibah tidak melahirkan perubahan ke arah yang lebih baik.
“Sedekah adalah wujud syukur yang konkret, sekaligus sarana memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” disampaikan dalam tausiah tersebut.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, KUA Bandar Khalifah berharap pesan keagamaan yang disampaikan dapat diamalkan secara berkelanjutan, sehingga tercipta masyarakat yang beriman, peduli, dan tangguh dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.Penjelasan tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syura ayat 30:
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).”
(QS. Asy-Syura: 30)
Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat bahwa musibah harus disikapi dengan kesadaran moral dan spiritual. Salah satu bentuk nyata dari sikap tersebut adalah dengan menghidupkan sedekah, memperkuat empati, serta membangun solidaritas sosial di lingkungan kerja dan masyarakat. (APS)