Daerah
Konsep Ta’awun Jadi Kunci, Muhlasin Bekali Calon Pengantin
27 Jan 2026 | 25 | Penulis : PC APRI Way Kanan | Publisher : Biro Humas APRI Lampung
WAY KANAN – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pakuan Ratu kembali menggelar bimbingan Kursus Calon Pengantin (Suscatin) pada hari ini, Selasa (27/01). Kegiatan yang bertujuan untuk mematangkan kesiapan mental dan spiritual pasangan calon pengantin ini dipandu langsung oleh Penghulu KUA Pakuan Ratu, Bapak Muhlasin.
Dalam sesi bimbingan tersebut, suasana berlangsung khidmat namun interaktif. Bapak Muhlasin memberikan pembekalan mengenai hak dan kewajiban suami istri serta cara mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.
Salah satu poin utama yang ditekankan oleh Bapak Muhlasin dalam nasehatnya adalah konsep Ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kehidupan berumah tangga.
"Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi menyatukan dua kekuatan untuk saling menopang. Terapkanlah sikap Ta’awun—saling tolong menolong dalam kebaikan. Jangan ada yang merasa lebih tinggi atau bekerja sendiri. Jika suami lelah, istri menguatkan; jika istri kesulitan, suami membantu. Itulah fondasi agar rumah tangga tidak mudah goyah saat diterpa badai," ujar Bapak Muhlasin di depan para peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa sikap saling membantu ini mencakup segala aspek, mulai dari urusan domestik rumah tangga hingga saling mengingatkan dalam ketaatan beragama.
Pasangan calon pengantin, Yoko Johan dan Sisilia Caturingrum, yang menjadi peserta dalam Suscatin hari ini mengaku sangat bersyukur mendapatkan ilmu baru sebelum melangkah ke jenjang pelaminan.
Yoki Johan menyampaikan bahwa nasehat tentang kerja sama sangat relevan dengan tantangan zaman sekarang.
"Penyampaian Bapak Muhlasin sangat masuk ke hati. Saya jadi lebih paham bahwa setelah menikah nanti, saya dan calon istri adalah satu tim. Konsep Ta’awun ini benar-benar menjadi pengingat bagi saya untuk tidak egois dan selalu siap membantu pasangan dalam kondisi apa pun," ungkap Yoki.
Senada dengan calon suaminya, Sisilia Caturingrum merasa lebih tenang dan mantap menghadapi hari pernikahan setelah mengikuti bimbingan ini.
"Awalnya saya merasa tegang, tapi setelah mendengar penjelasan Bapak Muhlasin, saya jadi lebih paham apa yang harus diprioritaskan. Beliau menjelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Saya merasa lebih siap secara mental untuk membangun kerja sama yang baik dengan Mas Yoki nanti," kata Sisilia.
Kegiatan Suscatin di KUA Pakuan Ratu ini diakhiri dengan doa bersama dan pengecekan terakhir kelengkapan berkas administrasi pernikahan. Dengan adanya bimbingan rutin seperti ini, KUA Pakuan Ratu berharap angka perselisihan rumah tangga di wilayah tersebut dapat ditekan melalui pemahaman agama yang kuat sejak sebelum menikah. (Humas PC APRI Way Kanan)