Khutbah di Jumat ke-3, Pesan Kepala KUA Taliabu Timur: “Ramadhan Momentum Upgrade Diri dan Keseimbangan Hidup”
Daerah

Khutbah di Jumat ke-3, Pesan Kepala KUA Taliabu Timur: “Ramadhan Momentum Upgrade Diri dan Keseimbangan Hidup”

  06 Mar 2026 |   53 |   Penulis : Humas APRI Pulau Taliabu |   Publisher : Biro Humas APRI Maluku Utara

TALIABU – Memasuki fase akhir bulan suci ramadhan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Taliabu Timur, Rauf Likuwatan, S.HI., M.H., menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri yang utuh. Pesan ini disampaikannya saat mengisi khutbah Jumat di Masjid Al-Muhajirin, Desa Samuya, Jumat (6/3/2026).

Dalam khutbah bertema "Menemukan Keseimbangan dan Upgrade Diri di Bulan Suci" tersebut, Rauf menegaskan bahwa Ramadhan 1447 H bukan sekadar rutinitas tahunan atau perubahan jadwal makan dan tidur, melainkan waktu untuk memperbaiki kualitas kepribadian (self-transformation).


Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183, Rauf menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk insan yang bertakwa. Menurutnya, takwa tidak hanya terbatas pada menjauhi larangan agama, tetapi juga mencakup kemampuan menghadirkan ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia modern.

"Di tengah kehidupan yang serba cepat dan gangguan informasi yang tiada henti, Ramadhan mengajarkan kita untuk melambat. Menikmati keheningan sahur dan meresapi Al-Qur’an adalah cara mengembalikan cahaya jiwa agar lebih dekat dengan Allah," ujar Rauf di hadapan jamaah shalat Jumat.

Lebih lanjut, Rauf mengingatkan bahwa Islam adalah agama wasathiyah (moderat) yang mengedepankan proporsionalitas. Ramadhan tidak boleh dijadikan alasan untuk bermalas-malasan, namun juga tidak boleh membuat seseorang tenggelam dalam kesibukan dunia hingga melupakan ruh ibadah.

·        Manajemen Waktu: Menyeimbangkan antara ibadah, pekerjaan, keluarga, dan istirahat.

·        Disiplin: Menjaga shalat tepat waktu serta mengatur pola sahur dan berbuka dengan teratur.

·  Refleksi Diri: Melatih menahan hal-hal yang halal sebagai fondasi untuk lebih kuat meninggalkan yang haram.

Menutup khutbahnya, Kepala KUA Taliabu Timur mengutip hadits Rasulullah SAW mengenai orang-orang yang merugi karena hanya mendapatkan lapar dan dahaga tanpa esensi spiritual.

Ia mengajak seluruh masyarakat Taliabu Timur untuk memastikan Ramadhan tahun ini lebih bermakna secara rohani daripada tahun-tahun sebelumnya. "Jangan biarkan bulan ini hanya ramai dengan aktivitas fisik, tetapi sepi dari kedalaman spiritual," pungkasnya.rf

Bagikan Artikel Ini

Infografis