Khutbah
Khotbah Jum'at Seri 4 -- Alam sebagai Cermin Kehadiran Muhammad: Menemukan Spirit Ekoteologi dalam Islam
07 Nov 2025 | 321 | Penulis : Humas Cabang APRI Sulawesi Selatan | Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan
Oleh: Syamsir Nadjamuddin S Ag
(Penghulu KUA PUSAKA LAU Kab Maros Provinsi Sul Sel)
(Akan dibacakan di Masjid Jannatun Na'im Lingk. Sampobia Kel Mattiro Deceng Kab Maros, Jumat, 07/11/2025)
Khutbah Pertama
الحمد لله، الحمد لله الذي خلق الإنسان من نفس واحدة، وجعل الناس شعوباً وقبائل ليتعارفوا. نحمده سبحانه وتعالى حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد،
وعلى آله وصحبه أجمعين.
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
صدقت ربنا وبلغت رسلك ونحن على ذلك من الشاهدين اللهم اجعلنا من شهداء الحق القائمين بالقسط
Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan keseimbangan dan keindahan.
Kita bersyukur atas udara yang menyejukkan, air yang menghidupkan, dan tanah yang menumbuhkan.
Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah, pembawa rahmat bagi seluruh alam.
Ma‘āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa.
Takwa yang tidak hanya tampak dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam cara kita memperlakukan alam — ciptaan Allah yang menjadi amanah bagi manusia.
Allah Ta‘ālā berfirman dalam Surah Al-Jāṡiyah ayat 13:
وَسَخَّرَ لَكُمْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا مِّنْهُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
“Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, sebagai rahmat dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
(QS. Al-Jāṡiyah [45]: 13)
Saudara-saudaraku,
Alam semesta adalah kitab Allah yang terbentang.
Gunung, lautan, pohon, hewan, udara — semuanya bertasbih kepada-Nya, meski kita tidak memahami tasbihnya.
Ketika kita menatap alam, sesungguhnya kita sedang menatap cermin kehadiran Ilahi.
Spirit Kenabian dan Kesadaran Alam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam menggunakan air, sekalipun kalian berada di sungai yang mengalir.”
(HR. Ahmad)
Hadits ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan alam adalah bagian dari iman.
Rasulullah tidak hanya mengajarkan tauhid dan ibadah, tetapi juga menanamkan etika ekologis.
Beliau melarang menebang pohon tanpa alasan yang benar,
beliau menyayangi hewan, dan mengajarkan bahwa setiap pohon yang kita tanam adalah sedekah.
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
“Tidaklah seorang Muslim menanam pohon, lalu burung, manusia, atau hewan memakan darinya, kecuali itu menjadi sedekah baginya.”
(Hadis Bukhari -2320 dan Muslim-1552)
Alam sebagai Cermin Cahaya Muhammad ﷺ
Ma‘āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,
Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya pembawa syariat,
tetapi juga cahaya yang menerangi seluruh wujud.
Allah berfirman:
“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam.”
(QS. Al-Anbiyā’ [21]: 107)
Dalam pandangan para arifin, Rasulullah adalah manusia pertama yang menerima tajalli (penyingkapan) Ilahi, sebagaimana dikatakan dalam Al-Barzanji:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى أَوَّلِ قَابِلٍ لِلتَّجَلِّي مِنَ الْحَقِيقَةِ الْكُلِّيَّةِ
Yakni: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada makhluk pertama yang menerima pancaran cahaya dari hakikat keesaan-Mu yang sempurna.”
Maka, kehadiran Nabi Muhammad ﷺ adalah cahaya asal dari segala cahaya.
Seluruh alam semesta memantulkan nur itu.
Seperti dikatakan oleh para sufi:
الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلُمَاتٌ، وَإِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُورُ الْحَقِّ فِيهِ
Artinya: “Seluruh alam ini pada hakikatnya gelap, dan ia menjadi terang karena tampaknya Cahaya Allah di dalamnya.”
Maka, ketika kita melihat keindahan gunung, kejernihan air, kicauan burung, dan hembusan angin, di sanalah kita melihat nur Muhammad ﷺ yang memantulkan cahaya kebenaran.
Menjaga alam berarti menjaga cahaya itu.
Merusak alam berarti memadamkan pantulan cahaya Ilahi di muka bumi.
Ma‘āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,
Allah berfirman dalam Surah Ar-Rūm ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Ar-Rūm [30]: 41)
Kerusakan lingkungan, pencemaran, dan perubahan iklim adalah tanda bahwa manusia telah melupakan amanah kekhalifahan.
Kita lebih banyak mengambil, tapi lupa menjaga.
Padahal Allah menjadikan kita khalifah bukan untuk menguasai, tetapi untuk memelihara.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
“Dunia ini hijau dan indah, dan Allah menjadikan kalian sebagai pengelolanya. Maka perhatikanlah bagaimana kalian mengelolanya.”
(HR. Muslim)
Maka, menjaga alam adalah wujud syukur, sedangkan merusaknya adalah bentuk kufur nikmat.
Mari kita hidupkan kembali spirit ekoteologi Islam:
Menanam pohon dengan niat ibadah, menghemat air dengan kesadaran iman,
dan mencintai bumi sebagaimana Rasulullah ﷺ mencintai seluruh makhluk.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ
الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ،
، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اجعلنا من عبادك الذين يحافظون على الأرض كما أمرت، واجعلنا من الذين تنالهم رحمتك في الدنيا والآخر
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. اللهم وحد صفوفنا، وأصلح ذات بيننا، وازرع في قلوبنا المودة والرحمة. اللهم اجعل هذا البلد بلداً آمناً مطمئناً، سخاءً رخاءً، وسائر بلاد المسلمين. اللهم ارزقنا فهماً في دينك، ونوراً في قلوبنا، وسلاماً في مجتمعنا، ومحبةً بين عبادك يا أرحم الراحمين.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا
ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. والحمد لله رب العالمين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
Syamsir Nadjamuddin S Ag
(Penghulu KUA PUSAKA LAU Kab Maros Provinsi Sul Sel)