KHOTBAH JUM'AT SERI 2 : Menemukan Keesaan di Tengah Keberagaman: Jalan Ruhani Menuju Kerukunan Umat”
Khutbah

KHOTBAH JUM'AT SERI 2 : Menemukan Keesaan di Tengah Keberagaman: Jalan Ruhani Menuju Kerukunan Umat”

  23 Oct 2025 |   205 |   Penulis : Humas Cabang APRI Sulawesi Selatan |   Publisher : Biro Humas APRI Sulawesi Selatan

KHOTBAH JUM'AT SERI 2

Menemukan Keesaan di Tengah Keberagaman: Jalan Ruhani Menuju Kerukunan Umat”

Syamsir Nadjamuddin S Ag 
(Penghulu KUA PUSAKA LAU Kab Maros Provinsi Sul Sel)
Akan dibacakan di Masjid Nurul Iman Lingk. Galaggara Kab Maros

Khutbah Pertama

الحمد لله، الحمد لله الذي خلق الإنسان من نفس واحدة، وجعل الناس شعوباً وقبائل ليتعارفوا. نحمده سبحانه وتعالى حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه كما يحب ربنا ويرضى. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، 
وعلى آله وصحبه أجمعين.
إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
 أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون.
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
صدقت ربنا وبلغت رسلك ونحن على ذلك من الشاهدين اللهم اجعلنا  من شهداء الحق القائمين بالقسط

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhānahu wa Ta‘ālā dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena hanya dengan takwa, kehidupan kita akan tenteram, dan masyarakat kita akan damai.

Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,

Islam datang membawa misi rahmatan lil ‘ālamīn — rahmat bagi seluruh alam. Maka keberagaman yang kita saksikan dalam kehidupan bukanlah ancaman, tetapi anugerah. Allah Ta‘ālā berfirman dalam surat Al-Ḥujurāt ayat 13:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan adalah bagian dari kehendak Allah. Tidak ada manusia yang lebih tinggi derajatnya karena suku, bangsa, atau agamanya, kecuali dengan ketakwaan dan akhlak mulia.

Jamaah yang berbahagia,

Para ahluth thariqah mengajarkan kepada kita bahwa:

“Pluralitas bangsaku menyiratkan keesaan.”

Ungkapan ini mengandung makna mendalam — bahwa di balik keragaman ciptaan, ada satu sumber yang tunggal: Allah Yang Maha Esa. Maka, belajar memandang pluralitas pada keesaan berarti belajar melihat wajah Allah dalam setiap keberagaman. Sebaliknya, belajar memandang keesaan pada pluralitas berarti menyadari bahwa kemajemukan adalah cerminan dari kebesaran-Nya.

Para ahli makrifat menyebut hal ini sebagai:

“Syuhūdul wahdah fil katsrah wa syuhūdul katsrah fil wahdah,” 
yakni menyaksikan keesaan dalam keragaman, dan keragaman dalam keesaan.

Dengan pandangan ini, seseorang tidak akan mudah terpecah oleh perbedaan, karena hatinya memandang semua berasal dari Yang Esa.

Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,

Imam Ali bin Abi Thalib karramallāhu wajhah pernah berkata:

“Man lam yakun dīnu-hu dīnana fa huwa akhunā fil insāniyyah.” 

“Mereka yang tidak seiman dengan kami, tetaplah saudara kami dalam kemanusiaan.”

Ungkapan ini begitu luhur. Ia menembus batas keyakinan, dan menunjukkan bahwa kemanusiaan adalah jembatan kasih yang menghubungkan semua anak Adam. Maka menjaga kerukunan bukan hanya kewajiban sosial, tetapi ibadah spiritual — cermin dari tauhid yang hidup dalam hati

Ma‘āsyiral Muslimīn rahimakumullāh,

Kerukunan antarumat beragama tidak akan tumbuh tanpa kebesaran jiwa dan kedalaman tauhid. Orang yang hanya melihat perbedaan akan mudah benci; tetapi orang yang melihat kesatuan di balik perbedaan akan menebar kasih dan damai.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Lā yu’minu aḥadukum ḥattā yuḥibba li akhīhi mā yuḥibbu linafsih.” 
“Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka siapa pun yang menebar kebencian, sesungguhnya ia sedang menjauh dari pesan Rasulullah ﷺ.
Marilah kita jadikan pandangan tauhid sebagai dasar hidup bermasyarakat. Memandang semua manusia sebagai ciptaan Allah yang wajib dihormati. Dengan cara itu, kita bukan hanya menjaga perdamaian di bumi, tetapi juga menjaga kemurnian iman di hati.

Marilah kita jadikan nilai ini sebagai pedoman hidup. Jangan biarkan kebencian dan fanatisme menutup mata hati kita terhadap hikmah di balik keberagaman. Karena sejatinya, orang yang mengenal Tuhannya dengan benar akan melihat kasih dan hikmah-Nya pada setiap makhluk.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، 
، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن 
وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
 أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
 فَقَالَ اللهُ تَعَالَى:اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اجعلنا من عبادك الذين يحافظون على الأرض كما أمرت، واجعلنا من الذين تنالهم رحمتك في الدنيا والآخر
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. اللهم وحد صفوفنا، وأصلح ذات بيننا، وازرع في قلوبنا المودة والرحمة. اللهم اجعل هذا البلد بلداً آمناً مطمئناً، سخاءً رخاءً، وسائر بلاد المسلمين. اللهم ارزقنا فهماً في دينك، ونوراً في قلوبنا، وسلاماً في مجتمعنا، ومحبةً بين عبادك يا أرحم الراحمين.
اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَبَارِكْ لَنَا فِى أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِينَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِينَ بِهَا قَابِلِيهَا وَأَتِمَّهَا عَلَيْنَا
 ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين. والحمد لله رب العالمين.

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

Syamsir Nadjamuddin S Ag 
(Penghulu KUA PUSAKA LAU Kab Maros Provinsi Sul Sel

Bagikan Artikel Ini

Infografis