Kepala KUA Tanah Grogot Isi Siraman Rohani di Kejaksaan Negeri Paser
22 Sep 2025 | 113 | Penulis : Humas APRI Kab. Paser | Publisher : Biro Humas APRI Kalimantan Timur
Tanah Grogot – Kejaksaan Negeri (Kejari) Paser menggelar kegiatan Siraman Rohani bagi para pegawai pada Jum’at (19/9/2025). Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap pekan ini menghadirkan Kepala Kantor Urusan Agama Tanah Grogot, Adhani, sebagai penceramah.
Dalam kesempatan itu, Adhani menyampaikan tausiyah tentang keutamaan sholat berjama’ah di masjid. Menurutnya, sholat berjama’ah bukan hanya sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi wadah memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat. Adhani menyebut beberapa hadis Nabi, diantaranya:
وَإِنَّ صَلَاةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ وَحْدَهُ وَصَلَاتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلَاتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى
Artinya, “Sesungguhnya shalat seseorang yang berjamaah dengan satu orang, adalah lebih baik daripada shalat sendirian. Lalu shalatnya bersama dua orang jamaah, adalah lebih baik daripada shalat bersama satu orang jamaah. Semakin banyak jama'ahnya, maka semakin dicintai oleh Allah Ta'ala." (HR Abu Dawud).
عن عبد الله بن عمر ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال صلاة الجماعة تفضل صلاة الفذ بسبع وعشرين درجة
Artinya, “Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar, bahwa Rasulullah bersabda, ‘Shalat jamaah lebih baik dari pada shalat sendirian dengan pahala 27 derajat’.” (HR Al-Bukhari).
“Sholat berjama’ah di masjid memiliki pahala yang berlipat ganda dibanding sholat sendirian. Selain itu, ia juga menumbuhkan rasa disiplin, kebersamaan, serta memperkokoh persatuan umat,” ungkapnya di hadapan para pegawai Kejari Paser.
Adhani juga mengajak seluruh pegawai untuk membiasakan diri memakmurkan masjid, tidak hanya dalam pelaksanaan sholat wajib, tetapi juga dengan memperbanyak ibadah sunnah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Kegiatan siraman rohani ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Kepala KUA Tanah Grogot, sekaligus menjadi pengingat pentingnya membangun keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah. (humas)