Kepala KUA Arga Makmur Pimpin Pembentukan Tim Pencegahan Konflik
Daerah

Kepala KUA Arga Makmur Pimpin Pembentukan Tim Pencegahan Konflik

  02 Sep 2025 |   122 |   Penulis : Humas Cabang APRI Bengkulu Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Bengkulu

Bengkulu Utara (Humas) - Arga Makmur, Dalam rangka memperkuat peran kelembagaan dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan umat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Arga Makmur, H. Rajikin Fajri, S.Ag, memimpin langsung pembentukan Tim Pencegahan Konflik Kecamatan pada hari Selasa, 2 September 2025, bertempat di ruang Kepala KUA.

Rapat pembentukan tim ini dihadiri oleh unsur internal KUA, khususnya para penyuluh agama dan penghulu, yang akan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan tugas tim. Dalam sambutannya, H. Rajikin Fajri menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan bentuk respons aktif terhadap dinamika sosial yang tengah terjadi di Indonesia, di mana potensi konflik horizontal, polarisasi antar kelompok, serta penyebaran informasi yang memicu perpecahan semakin meningkat.

“Kita tidak bisa hanya bersikap reaktif. Sebagai pelayan umat, kita harus hadir lebih awal, menjadi penyejuk, dan menawarkan solusi damai sebelum konflik berkembang,” ujar beliau.


Tim Pencegahan Konflik Kecamatan ini dibentuk sebagai upaya strategis untuk:
  • Melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial dan keagamaan
  • Menyediakan ruang mediasi dan dialog antar pihak yang berselisih
  • Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya toleransi, moderasi beragama, dan etika bermedia sosial
  • Menjalin koordinasi dengan tokoh masyarakat, aparat desa, dan lembaga terkait dalam penanganan isu-isu sensitif

Situasi Indonesia saat ini menunjukkan bahwa tantangan kebhinekaan semakin kompleks. Perbedaan pandangan politik, isu keagamaan, serta dampak dari media sosial sering kali menjadi pemicu ketegangan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran tim ini diharapkan mampu menjadi instrumen pencegahan yang efektif, khususnya di tingkat kecamatan, dengan pendekatan yang humanis dan berbasis nilai-nilai keagamaan.

Pembentukan tim ini mendapat dukungan penuh dari seluruh jajaran KUA dan tokoh masyarakat setempat, yang menyambut baik langkah proaktif ini sebagai bentuk komitmen menjaga kedamaian dan persatuan di tengah keberagaman.

Bagikan Artikel Ini

Infografis