Ka. KUA Hamparan Perak dan Tokoh Lintas Agama Satukan Tekad Ciptakan Moderasi Beragama
Daerah

Ka. KUA Hamparan Perak dan Tokoh Lintas Agama Satukan Tekad Ciptakan Moderasi Beragama

  24 Oct 2025 |   217 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Hamparan Perak (Humas). Kepala KUA Kecamatan Hamparan Perak gelar pertemyan dengan Tokoh Lintas Agama se-Kecamatan Hamparan Perak Kamis (23/10) di KUA Kecamatan Hamparan Perak. 
Hadir dalam kegiatan Ketua MUI Juaini, MA, Penyuluh Agama Islam Fahmi, S. Ag, Penyuluh Agama Kristen Ostaria Siregar, S.Th. FKPA Sunarto, S. PdI, S. Pd, serta Tokoh Lintas Agama diantaranya Zainuddin, S. Ag, Rusdianto Munthe, STH, Mulyono Sitanggang, Pdt. Filemon Sirait, STh, Zainuddin, S. Ag, Kim Hak, Pdt. Dr. Juliua Sianturi, MPdK, 

Acara dipimpin langsung oleh Kepala KUA Imam Syafii. Dalam arahannya beliau menyampaikan pentingnya membangun semangat kebersamaan tokoh lintas agama untuk membangun kerukunan hidup umat beragama. 

"Di masa depan tekad membangun kebersamaan ini kita wujudkan melalui menanamkan nilai moderasi beragama melalui pembentukan kampung moderasi beragama. Tujuan utama moderasi beragama adalah mewujudkan kehidupan beragama yang rukun, damai, dan toleran di tengah keberagaman bangsa," jelasnya. 

Beliau juga melanjutkan bahwa saling menghormati adalah kunci dalam penerapan moderasi. "Ini dicapai dengan menanamkan pemahaman agama yang seimbang, menolak ekstremisme dan kekerasan atas nama agama, serta menghormati perbedaan pandangan dan keyakinan. Moderasi beragama bertujuan untuk menguatkan komitmen kebangsaan dan menerima tradisi serta budaya lokal," ungkap Ka KUA. 

Tekad yang sama juga tercipta dengan membangun sistem deteksi dini pencegahan konflik berdimensi keagamaan atau EWS. Ia juga memaparkan bahwa EWS memiliki dua fungsi utama, yaitu deteksi dini dan cegah dini. Deteksi dini dilakukan melalui pengumpulan data dan informasi yang dapat memetakan potensi konflik.

Sementara itu, cegah dini dilaksanakan melalui bimbingan, penyuluhan, edukasi, hingga dialog antarumat beragama. “Cegah dini bisa dilakukan sejak sekarang melalui kegiatan penyuluhan, advokasi, hingga negosiasi. Itu semua bagian dari upaya mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan,” jelasnya. (MHS/IS)
πŸ’¬ Komentar Pembaca
I
Ibnuh Salim 25 Oct 2025 06:30

Mantap

Bagikan Artikel Ini

Infografis