Daerah
Ka. KUA Bosar Maligas Ikut serta Berbagi Asa Kemanusiaan di Wilayah Sumut
09 Dec 2025 | 35 | Penulis : Humas Cabang APRI Simalungun | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Simalungun, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Bosar Maligas turut berpartisipasi dalam kegiatan “Berbagi Asa Kemanusiaan Wilayah Sumatera Utara” yang dilaksanakan pada Selasa, (09/12). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Simalungun.
Acara tersebut dihadiri oleh para pimpinan dan pejabat Kemenag, antara lain: Kakan Kemenag Kabupaten Simalungun Dr. H. Bahrum Saleh, M.A.Kepala Subbag Tata Usaha (Kasubbag TU), Para Kepala Seksi (Kasi), Para Kepala KUA se-Kabupaten Simalungun, Kepala Madrasah. Kehadiran jajaran lengkap ini menunjukkan kuatnya solidaritas dan komitmen bersama dalam memperkuat aksi kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara.
Ka. KUA Bosar Maligas, Andika Mulia, S.Pd., M.Si., bersama para penyuluh dan staf, berperan aktif dalam penyaluran bantuan serta pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini meliputi pembagian paket kemanusiaan, dukungan moral, dan penguatan sosial sebagai bentuk hadirnya negara melalui Kemenag di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Bapak Andika Mulia menyampaikan bahwa kegiatan berbagi adalah bentuk nyata dari nilai-nilai keagamaan. “Aksi kemanusiaan seperti ini adalah ladang ibadah. Ketika kita saling membantu, kita sedang memperkuat jalinan silaturahmi dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi masyarakat yang harmonis," tegasnya.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama seluruh unsur Kemenag, mulai dari pimpinan hingga satuan kerja di tingkat kecamatan dan madrasah. Para penyuluh agama Bosar Maligas turut mendampingi secara langsung proses distribusi agar bantuan tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Simalungun berharap gerakan berbagi dan kemanusiaan dapat terus berlanjut, tidak hanya pada momen tertentu, tetapi menjadi budaya sosial yang mengakar di tengah masyarakat. (AM)