Integritas Jadi Bekal Pertama Penghulu Baru di KUA Pancur Batu
21 Jul 2026 | 7 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Pancur Batu (Humas) – Integritas menjadi pesan pertama yang disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A., kepada Boby Marfansyah Maduwu, S.H., yang baru menerima Surat Keputusan (SK) Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) sebagai Penghulu di KUA Kecamatan Pancur Batu. Penegasan tersebut disampaikan pada Senin (20/7/2026) sebagai bentuk pembinaan awal kepada pejabat fungsional yang akan mengemban amanah pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Boby secara resmi menerima SK Jabatan Fungsional Tertentu sebagai Penghulu dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, Dr. H. Saripuddin Daulay, S.Ag., M.Pd., yang didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang, H. Fachrizal, S.H.I., M.Si. Penyerahan SK tersebut menjadi awal pengabdian Boby sebagai pejabat fungsional penghulu di lingkungan Kementerian Agama sekaligus bagian dari penguatan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Usai menerima amanah tersebut, Boby mulai melaksanakan tugas di KUA Kecamatan Pancur Batu. Pada hari pertama bertugas, Kepala KUA Kecamatan Pancur Batu memberikan pembinaan sekaligus arahan agar amanah yang diterima dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas.
Dalam arahannya, Ilyas menegaskan bahwa integritas merupakan nilai utama yang harus dimiliki setiap Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, kompetensi, kecakapan, dan pengalaman kerja akan memberikan manfaat apabila dibangun di atas fondasi integritas yang kuat.
"Integritas harus ada di dalam jiwa seorang ASN. Jabatan yang kita emban bukan sekadar posisi dalam organisasi, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara, masyarakat, dan Allah SWT. Karena itu, setiap tindakan, setiap keputusan, dan setiap pelayanan harus mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen terhadap aturan yang berlaku," tegas Ilyas.
Ia menjelaskan bahwa penghulu merupakan salah satu jabatan strategis di lingkungan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seorang penghulu tidak hanya bertugas melaksanakan pencatatan pernikahan, tetapi juga memberikan pembinaan kepada calon pengantin, menjadi narasumber dalam persoalan hukum keluarga Islam, memberikan edukasi tentang ketahanan keluarga, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Oleh sebab itu, menurutnya, seorang penghulu harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan menunjukkan perilaku yang profesional, santun, objektif, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
"Kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar dalam pelayanan publik. Sekali kepercayaan itu hilang, akan sangat sulit untuk mengembalikannya. Karena itu, integritas harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap ASN, khususnya penghulu yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat," ujarnya.
Ilyas juga mengingatkan bahwa KUA merupakan unit pelayanan terdepan Kementerian Agama. Baik buruknya pelayanan yang diterima masyarakat akan membentuk citra institusi secara keseluruhan. Oleh karena itu, setiap pegawai harus mampu menunjukkan etika pelayanan yang ramah, cepat, tepat, transparan, dan akuntabel.
Ia menambahkan bahwa pelayanan publik saat ini terus mengalami perkembangan. Masyarakat semakin kritis dan memiliki harapan tinggi terhadap kualitas pelayanan pemerintah. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi seluruh ASN untuk terus meningkatkan kompetensi sekaligus menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, integritas bukan hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga melalui konsistensi antara ucapan dan tindakan. ASN harus mampu menjadi contoh dalam kedisiplinan, tanggung jawab, serta menjaga nama baik institusi di mana pun berada.
"Jangan pernah menganggap jabatan sebagai sebuah kebanggaan semata. Jadikan jabatan sebagai ladang pengabdian. Bekerjalah dengan hati, layani masyarakat dengan ikhlas, dan jadilah bagian dari solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat," pesan Ilyas.
Momentum penerimaan penghulu baru tersebut juga menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Penempatan pejabat fungsional yang kompeten diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan, khususnya pelayanan pencatatan nikah, bimbingan perkawinan, konsultasi keluarga, serta layanan keagamaan lainnya.
Kehadiran Boby sebagai penghulu baru juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi di lingkungan KUA Kecamatan Pancur Batu. Sinergi antarseluruh pegawai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ilyas mengajak seluruh ASN di lingkungan KUA Pancur Batu untuk terus memperkuat budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam setiap aktivitas pelayanan sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui pelayanan Kementerian Agama.
Ia menilai bahwa reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari perubahan sistem administrasi, tetapi juga dari perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur. ASN dituntut menjadi pribadi yang memiliki integritas tinggi, mampu bekerja secara profesional, terbuka terhadap perubahan, serta terus melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Penegasan mengenai pentingnya integritas juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui Asta Protas yang menempatkan penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik sebagai prioritas utama. Implementasi nilai-nilai tersebut harus dimulai dari setiap individu ASN sehingga mampu menciptakan birokrasi yang bersih, melayani, dan dipercaya masyarakat.
Sebagai pejabat fungsional yang baru menerima amanah, Boby Marfansyah Maduwu menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pimpinan. Ia berkomitmen menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, arahan yang diberikan Kepala KUA Pancur Batu menjadi bekal penting dalam mengawali pengabdian sebagai penghulu. Ia menyadari bahwa jabatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan keagamaan yang profesional dan humanis.
Dengan bertambahnya pejabat fungsional penghulu di KUA Kecamatan Pancur Batu, diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Kehadiran sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
Di akhir arahannya, Ilyas kembali mengingatkan bahwa integritas merupakan identitas seorang ASN. Jabatan dapat berubah, namun nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan loyalitas harus tetap melekat sepanjang masa pengabdian.
"Pegang teguh amanah ini dengan penuh rasa syukur. Jadilah ASN yang menjaga integritas, bekerja secara profesional, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Ketika integritas menjadi jiwa dalam setiap pengabdian, maka kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama akan terus tumbuh dan pelayanan yang kita berikan akan membawa manfaat yang luas," pungkasnya.