Daerah
Implementasi Ekoteologi: KUA Lubuk Pakam dan Catin Menanam Pohon
12 Nov 2025 | 101 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Lubuk Pakam, (Humas). Dalam rangka mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama untuk penguatan Ekoteologi dengan cara mengoptimalkan penghijauan di Lembaga Keagamaan. Dalam hal ini KUA Lubuk Pakam menghimbau bagi pengantin untuk menanam pohon setelah akad nikah pada hari Rabu (12/11) di halaman KUA Lubuk Pakam.
Dalam kesempatan itu, sepasang calon pengantin Raditya dan Andini menanam pohon bersama dengan penuh antusias. Mereka mengungkapkan rasa syukurnya dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
Raditya yang merupakan salah satu calon pengantin, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai penanaman pohon memberikan makna lebih pada perjalanan hidupnya bersama pasangan. “Ini pengalaman berharga. Kami merasa bukan hanya membangun rumah tangga, tetapi juga ikut membangun bumi yang lebih hijau,” ucap nya.
Hal senada juga disampaikan oleh pengantin wanita Andini yang menyatakan bahwa kegiatan ini memberi inspirasi untuk menjadikan rumah tangga mereka lebih peduli terhadap kelestarian alam. “Saya merasa bahagia bisa ikut ambil bagian. Semoga pohon yang kami tanam hari ini menjadi saksi doa dan niat baik kami dalam memulai kehidupan bersama,” tutur dini.
“Bagi kami, penanaman pohon ini memiliki makna mendalam. Seperti halnya membangun rumah tangga, merawat pohon juga perlu kesabaran dan ketulusan agar tumbuh kuat dan bermanfaat,” pungkas mereka.
Jayamin Sinaga, S. Ag. M. Si. selaku Kepala KUA Kecamatan Lubuk Pakam menjelaskan bahwa setiap pasangan calon pengantin yang mendaftarkan pernikahan di KUA akan diarahkan untuk menanam minimal satu pohon di sekitar halaman KUA maupun lokasi lain yang telah disediakan. “Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga momentum untuk mewariskan kebaikan dalam menyatukan dua hati dua pikiran yang berbeda. Dengan menanam pohon, pasangan pengantin ikut berkontribusi menjaga lingkungan yang akan menjadi warisan anak cucu mereka kelak,” ujar Jayamin.
Selanjutnya Jayamin menambahkan bahwa penanaman pohon ini bukan sekadar simbol, tetapi juga ikhtiar nyata untuk menghadirkan keberkahan bagi generasi mendatang. “Alam adalah amanah dari Allah yang harus kita rawat bersama. Melalui gerakan ekoteologi ini, kami ingin mengingatkan bahwa menjaga bumi merupakan bagian dari ibadah,” tambahnya.
Kegiatan penanaman pohon di KUA Lubuk Pakam ini diharapkan dapat menjadi tradisi baik yang terus berlanjut. Selain menumbuhkan kesadaran ekologis, program ini juga memperkaya makna pernikahan dengan menghadirkan pesan moral bahwa cinta sejati tidak hanya kepada pasangan, tetapi juga kepada bumi yang menjadi tempat hidup bersama serta merasa saling memiliki.
Kegiatan ini direncanakan akan menjadi program berkelanjutan di KUA Lubuk Pakam sehingga setiap pasangan pengantin tidak hanya meninggalkan jejak cinta, tetapi juga jejak hijau untuk lingkungan. Semoga dengan dilaksanakannya program ini dapat menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari ibadah dan rasa syukur kepada Sang Pencipta. Diakhir kegiatan Ka.KUA dan Pasangan Pengantin bersama staff poto bersama.