Daerah
Dari Meja Pelayanan ke Aksi Pencegahan: Kolaborasi KUA Bandar Khalifah dan BKKBN Lawan Stunting
15 Dec 2025 | 255 | Penulis : Humas Cabang APRI Serdang Bedagai | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Bandar Khalifah, (Humas). Upaya pencegahan stunting tidak selalu dimulai dari kegiatan lapangan berskala besar. Di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bandar Khalifah, pencegahan tersebut berawal dari kerja sunyi di meja pelayanan melalui kolaborasi antara staf KUA dan pegawai Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Kolaborasi ini tampak dalam proses pendataan dan verifikasi dokumen keluarga, khususnya calon pengantin dan keluarga muda, yang menjadi kelompok strategis dalam upaya pencegahan stunting. Ketelitian administrasi dan sinkronisasi data menjadi fondasi agar intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Plt. Kepala KUA Kecamatan Bandar Khalifah Edi Syahputera Siregar, S.Ag menegaskan bahwa keterlibatan KUA dalam isu stunting merupakan bagian dari tanggung jawab pembinaan keluarga secara menyeluruh.
“KUA berada di hulu pembentukan keluarga. Dari proses bimbingan perkawinan dan pelayanan administrasi inilah kami bisa ikut memastikan bahwa keluarga dibangun dengan kesiapan pengetahuan, kesehatan, dan perencanaan yang baik. Pencegahan stunting harus dimulai sebelum anak itu lahir,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama dengan BKKBN memperkuat peran KUA agar tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pencatat pernikahan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan keluarga berkualitas. Data yang disusun di meja pelayanan menjadi rujukan penting bagi program pendampingan, edukasi gizi, dan perencanaan keluarga.
Plt. Ka KUA juga menekankan bahwa stunting bukan persoalan tunggal sektor kesehatan, melainkan persoalan sosial yang menuntut kolaborasi lintas instansi. “Kalau data tidak rapi dan koordinasi lemah, program sebaik apa pun tidak akan efektif. Karena itu, sinergi KUA dan BKKBN ini kami jaga agar benar-benar berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kolaborasi administratif yang terukur dan berkelanjutan, KUA Bandar Khalifah dan BKKBN menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari ruang pelayanan. Dari meja administrasi inilah, langkah-langkah strategis disusun untuk melahirkan keluarga yang lebih siap, sehat, dan berdaya di masa depan. (APS)