Bengkalis (Humas) Dalam upaya meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas serta mencegah pernikahan usia dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siak Kecil sukses menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini bertempat di MTs Raudhatut Thullab Kotoraja pada Rabu (15/07/2026).
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Siak Kecil, Ahmad Syahril, S.Ag., beserta jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Siak Kecil. Kehadiran tim KUA disambut hangat oleh Kepala MTs Raudhatut Thullab, Siti Markonah, S.Pd.I., dewan guru, serta seluruh peserta didik yang menjadi target utama pembinaan.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Raudhatut Thullab, Siti Markonah, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang mendalam dan ucapan terima kasih kepada KUA Kecamatan Siak Kecil atas inisiatif dan kepeduliannya terhadap masa depan para siswa. Ia berharap program edukatif seperti ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.
"Kami berharap terjalin kerja sama jangka panjang antara KUA Kecamatan Siak Kecil dengan MTs Raudhatut Thullab dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik. Dengan begitu, mereka memiliki bekal ilmu agama, akhlak yang baik, dan mampu menghadapi tantangan pergaulan di era modern saat ini," ungkap Siti Markonah.
Memasuki sesi inti, Kepala KUA Kecamatan Siak Kecil, Ahmad Syahril, S.Ag., tampil sebagai pemateri dengan mengupas tuntas berbagai dampak negatif dari pernikahan di usia dini. Ia menekankan bahwa kesiapan fisik, mental, emosional, dan ekonomi adalah fondasi utama sebelum melangkah ke jenjang rumah tangga.
"Pernikahan yang dilakukan sebelum usia matang sangat berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, mulai dari tingginya angka perceraian, putus sekolah, masalah kesehatan pada ibu dan anak, hingga rendahnya kualitas kesejahteraan keluarga," jelas Ahmad Syahril di hadapan para siswa.
Beliau juga memotivasi seluruh peserta didik untuk memanfaatkan masa remaja secara produktif. "Gunakan waktu kalian dengan sebaik-baiknya untuk belajar, mengukir prestasi, serta membentengi diri dari perilaku negatif yang dapat merusak masa depan," imbuhnya.
Kegiatan BRUS kali ini berlangsung interaktif dan dinamis. Para siswa tampak sangat antusias menyimak materi. Suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi, di mana banyak peserta didik yang aktif mengajukan pertanyaan seputar batasan pergaulan remaja hingga tips mempersiapkan masa depan yang berkualitas.
Melalui program BRUS ini, KUA Kecamatan Siak Kecil berkomitmen untuk terus mendampingi generasi muda agar memiliki perencanaan masa depan yang matang, terhindar dari pergaulan bebas, dan mampu menunda pernikahan hingga mencapai usia yang ideal, baik dari sudut pandang agama maupun regulasi negara.