Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Blimbing Kota Malang, Siap Cegah Stunting
Informasi

Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Blimbing Kota Malang, Siap Cegah Stunting

  25 Sep 2024 |   416 |   Penulis : Humas Cabang APRI Jawa Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Timur



Malang, 23 September 2024 – Bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada hari Senin, digelar kegiatan bimbingan perkawinan bagi 30 peserta atau 15 pasang calon pengantin (catin). Acara ini mengangkat tema "Gerak Penghulu Sejuta Catin, Siap Cegah Stunting", sebagai bagian dari kampanye nasional untuk memerangi masalah stunting di Indonesia.

 

Hadir sebagai narasumber, Mantra Bagus I, S.HI, seorang Penyuluh Agama Islam yang membahas pentingnya bimbingan perkawinan tidak hanya dari aspek agama tetapi juga kesehatan keluarga. Menurutnya, peran penghulu tidak hanya sebagai pejabat yang menikahkan, namun juga sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada calon pasangan tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga.

 

"Kesehatan keluarga adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting. Oleh karena itu, bimbingan perkawinan ini harus memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada para calon pengantin, agar mereka siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab," ujar Mantra Bagus I.

 

Selain itu, narasumber kedua, Rizka Catur Pratiwi, A.Md. Keb, dari Puskesmas Cisadea Malang, menekankan pentingnya peran calon pengantin dalam mencegah stunting sejak dini. Ia memaparkan, bahwa stunting terjadi akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Ia memberikan penjelasan praktis mengenai pola makan sehat, perencanaan kehamilan yang baik, dan pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan dan 1000 hari pertama kehidupan anak.

 

"Calon pengantin perlu memahami pentingnya gizi yang cukup sebelum menikah dan selama masa kehamilan. Kami di Puskesmas Cisadea siap mendukung dengan edukasi serta pelayanan kesehatan yang memadai," kata Rizka.

 

Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta, yang tidak hanya mendapatkan bimbingan mengenai persiapan pernikahan, tetapi juga pengetahuan penting tentang kesehatan keluarga. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya nasional menurunkan angka stunting di Indonesia melalui edukasi yang menyentuh langsung calon pasangan pengantin.

 

Dengan adanya bimbingan semacam ini, diharapkan para calon pengantin dapat mempersiapkan pernikahan dengan lebih matang, khususnya dalam aspek kesehatan keluarga, demi mewujudkan generasi mendatang yang lebih sehat dan bebas dari ancaman stunting.

Bagikan Artikel Ini

Infografis