Bekali 500 Siswa SMPN 2 Tapung Hulu, KUA Tapung Hulu Gelar BRUS:
Daerah

Bekali 500 Siswa SMPN 2 Tapung Hulu, KUA Tapung Hulu Gelar BRUS: "Remaja Sehat dan Cerdas, Masa Depan Jelas"

  11 Mar 2026 |   11 |   Penulis : Biro Humas APRI Riau |   Publisher : Biro Humas APRI Riau

Kampar (Humas) Kantor Urusan Agama Kecamatan Tapung Hulu terus berkomitmen membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan perilaku menyimpang. Komitmen ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di UPT SMPN 2 Tapung Hulu pada Rabu (11/03/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 500 siswa ini mengangkat tema sentral: "Remaja Sehat dan Cerdas, Masa Depan Jelas". Kepala KUA Tapung Hulu, H. Abdul Latif,  memboyong langsung seluruh tim penyuluh dan pegawai KUA untuk memberikan edukasi komprehensif kepada para siswa.

Kedatangan tim KUA disambut hangat oleh Kepala SMPN 2 Tapung Hulu, Kaprawi, S.Pd, beserta majelis guru. Beliau mengapresiasi langkah proaktif Kemenag dalam memberikan bimbingan mental dan hukum kepada anak didiknya.

Dalam agenda tersebut, para pemateri menyajikan tiga isu krusial yang tengah menjadi tantangan bagi remaja saat ini :

1. Stop Pernikahan Dini (H. Abdul Latif, S.Ag., M.Sy)

Kepala KUA menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebelum melangkah ke jenjang rumah tangga. Beliau mengingatkan bahwa sesuai dengan UU No. 16 Tahun 2019, batas minimal usia pernikahan baik bagi laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun.

2. Bahaya Perilaku LGBT (Ahmad Suryono, M.Pd)

Penyuluh Agama ini memberikan peringatan keras mengenai dampak buruk perilaku menyimpang LGBT bagi keberlangsungan generasi bangsa.

3. Anti Bullying & Perundungan (Makmur, S.Ag)

Dalam materi ini, Makmur mengajak para siswa untuk menanamkan rasa saling menghargai. Ia menegaskan agar siswa tidak merendahkan orang lain serta menjauhi segala bentuk bullying, baik secara verbal (kata-kata) maupun non-verbal (fisik/sosial).

Abdul Latif menjelaskan bahwa BRUS merupakan instrumen penting untuk memastikan remaja di wilayahnya memiliki arah masa depan yang terukur.

"Kami ingin siswa-siswi kita tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat secara mental dan paham aturan hukum. Dengan menjauhi pernikahan dini, LGBT, dan bullying, kita sedang menyiapkan calon pemimpin masa depan yang gemilang bagi Kabupaten Kampar," tegas Abdul Latif. (Humas Kemenag Kampar)

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis