APRI Toba Ikuti Kegiatan Optimalisasi Revitalisasi BKM se-Kabupaten Toba
Daerah

APRI Toba Ikuti Kegiatan Optimalisasi Revitalisasi BKM se-Kabupaten Toba

  26 Dec 2025 |   38 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Toba Samosir, (Humas). Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Toba Samosir melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam melaksanakan kegiatan Optimalisasi Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) se-Kabupaten Toba sebagai wujud penguatan tata kelola masjid yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan di MTsN Toba Samosir pada Senin (22/12) pukul 09.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Toba Samosir yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha sekaligus Ketua Umum Badan Kesejahteraan Masjid se-Kabupaten Toba, Hukdin Samosir, S.Ag., M.Kom.I, Kepala Seksi Bimas Islam Sahari, S.Pd.I, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Toba Drs. J. Effendi Samosir selaku pemateri, serta para pengurus Badan Kesejahteraan Masjid dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Toba.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Lilis Suryani, dilanjutkan dengan pembacaan doa, laporan ketua panitia, kata sambutan dan arahan Kepala Subbagian Tata Usaha, pemaparan materi, serta sesi diskusi bersama peserta.

Dalam laporannya, Kepala Seksi Bimas Islam Sahari menyampaikan bahwa maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas pengurus masjid di seluruh kecamatan serta mewujudkan tata kelola masjid yang lebih efektif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah. Melalui optimalisasi dan revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi umat.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kasubbag Tata Usaha Hukdin Samosir. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa pada masa Rasulullah SAW, masjid memiliki peran yang sangat luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan pembinaan umat. Oleh karena itu, penguatan fungsi masjid menjadi hal yang penting agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. “Masjid harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi jamaah. Saat ini, banyak masjid di wilayah kita yang telah menjadi tempat persinggahan musafir, hal ini menunjukkan semakin kuatnya peran sosial masjid,” ungkapnya.

Materi disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Toba Drs. J. Effendi Samosir dengan mengangkat tema Optimalisasi Revitalisasi BKM sebagai Solusi Pelayanan Prima. Ia menegaskan bahwa optimalisasi dan revitalisasi BKM merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pelayanan prima kepada umat serta memaksimalkan fungsi masjid sebagai pusat peribadatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut dapat dicapai melalui penguatan manajemen masjid yang profesional, amanah, transparan, dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai budaya kerja seperti integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas kepengurusan Badan Kesejahteraan Masjid. Nilai-nilai tersebut perlu tercermin dalam sikap, perilaku, dan kinerja pengurus masjid agar terbangun kepercayaan serta partisipasi aktif dari masyarakat.

Revitalisasi BKM tidak hanya dimaknai sebagai pembaruan fisik masjid, tetapi juga sebagai upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembinaan, pelatihan, serta pengembangan program-program keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, masjid dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana pembinaan iman, ukhuwah, dan peningkatan kesejahteraan umat.

Pada akhirnya, pengurus BKM diminta untuk menjalankan tugas secara kolektif dan amanah dalam memakmurkan masjid, menjadikannya sebagai “bank siaga amal” yang menyiapkan bekal kebaikan dunia dan akhirat. Melalui pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, masjid diharapkan mampu menjadi pilar persatuan, toleransi, dan kemajuan umat di Kabupaten Toba.

Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Hal tersebut terlihat saat sesi diskusi dibuka, di mana para peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan terkait kondisi masjid di wilayah masing-masing. Salah satunya Sarjito yang menanyakan langkah yang harus dilakukan apabila terdapat klaim kepemilikan tanah masjid oleh pihak tertentu. Menanggapi hal tersebut, pemateri menyarankan agar dilakukan klarifikasi secara mendalam kepada pihak yang bersangkutan serta melakukan pengecekan ulang terhadap legalitas dan sertifikat tanah masjid. (RzK)

Bagikan Artikel Ini

Infografis