APRI Banjarnegara Kawal Profesionalisme CPNS Penghulu Lewat Penguatan Coretax dan SKP di Era Transformasi Digital Birokrasi
13 Feb 2026 | 97 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) menggelar kegiatan sosialisasi pengisian Coretax, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE), Jum’at 13 Februari 2026 yang diikuti para CPNS Penghulu Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman dan profesionalisme aparatur dalam menghadapi transformasi digital pelayanan publik.
Acara diawali dengan sambutan pertama oleh Kepala KUA Rakit Tabah Agung Sokayani, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi dan administrasi berbasis digital di lingkungan KUA. Ia menekankan bahwa pengisian Coretax, penyusunan SKP yang tepat, serta penggunaan TTE merupakan bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas dan kinerja aparatur.
“Perubahan sistem kerja ke arah digital merupakan sebuah keniscayaan. Kita harus siap beradaptasi dan memastikan setiap administrasi berjalan dengan baik dan sesuai aturan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap penghulu harus mampu beradaptasi dengan perubahan regulasi dan sistem administrasi yang terus berkembang.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Administrasi harus tertib, akurat, dan berbasis sistem. Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta benar-benar memahami teknis pengisian dan penerapannya di satuan kerja masing-masing,” tambahnya.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bendahara APRI Banjarnegara Drs H. Mohamad Hojali Bawono, yang sekaligus secara resmi membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutan dan arahannya, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja organisasi dalam mendukung peningkatan kompetensi penghulu secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi wujud nyata komitmen APRI untuk memastikan seluruh anggota memahami sistem Coretax, mampu menyusun SKP secara tepat, serta menggunakan TTE sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman yang komprehensif terhadap Coretax sebagai sistem administrasi perpajakan yang terintegrasi.
“Coretax menuntut ketelitian dan pemahaman yang baik. Kesalahan kecil dalam pengisian bisa berdampak pada administrasi keuangan. Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi sangat penting,” jelasnya.
Terkait SKP, ia menambahkan bahwa penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai harus dilakukan secara terukur dan selaras dengan tugas pokok dan fungsi penghulu.
“SKP bukan sekadar dokumen tahunan, tetapi cerminan kinerja kita. Penyusunannya harus realistis, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia pun secara resmi membuka kegiatan dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan sosialisasi pengisian Coretax, SKP, dan penggunaan TTE pada hari ini secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan meningkatkan kualitas kinerja kita semua,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, APRI berharap seluruh CPNS penghulu Banjarnegara semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi administrasi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, diharapkan sinergi dan profesionalitas aparatur penghulu semakin kuat dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Agama.