130 Santri Lampung Tempuh Seleksi MQKN 2025: Bawa Lentera Turats Menuju Panggung Nusantara
Daerah

130 Santri Lampung Tempuh Seleksi MQKN 2025: Bawa Lentera Turats Menuju Panggung Nusantara

  17 Jun 2025 |   134 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur |   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Lampung (Humas) – Sebanyak 130 santri dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Lampung ambil bagian dalam Seleksi Computer-Based Test (CBT) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQKN) ke-8 tahun 2025 yang resmi dimulai pada Selasa, 17 Juni 2025. Ajang bergengsi ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI dan akan berlangsung selama tiga hari hingga 19 Juni 2025.

Seleksi ini merupakan pintu gerbang menuju kompetisi nasional MQKN yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Sulawesi Selatan. Tak hanya itu, tahun ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya MQKN akan dilombakan di tingkat Asia Tenggara, membuka peluang baru bagi para santri untuk tampil di kancah internasional.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto, menyampaikan apresiasi atas semangat luar biasa para santri. Ia menegaskan bahwa MQKN bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang pembinaan intelektual berbasis turats atau keilmuan klasik pesantren.

“MQKN adalah wadah aktualisasi ilmu kitab kuning—warisan pesantren yang menjadi simbol jati diri dan intelektualitas. Santri peserta seleksi ini adalah representasi terbaik dari Lampung. Jadikan ini momentum untuk memperkokoh integritas dan akhlak keilmuan,” ucap Erwinto.

Ia menekankan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari upaya menjaga warisan keilmuan pesantren agar tetap relevan dan membumi di era modern.

Para peserta melaksanakan ujian di delapan titik lokasi pondok pesantren yang tersebar di seluruh wilayah Lampung, di antaranya:

  • Bandar Lampung: Ponpes Madarijul Ulum
  • Metro: Ponpes Al Muhsin dan Darul Amal
  • Lampung Barat: Ponpes Miftahul Huda 407
  • Lampung Selatan: Ponpes Miftahul Huda 606, Mus Roudlotussolihin, dan Perkemas
  • Lampung Tengah: Ponpes Roudlotussholihin dan Darul Mukhlasin Pa-N
  • Lampung Timur: Ponpes Miftahul Ulum
  • Lampung Utara: Ponpes Nurul Huda Al Amin dan Al-Falah Minhajul Karomah
  • Pesawaran: Ponpes Al Hidayat

Adapun jumlah peserta dari masing-masing daerah adalah: Kota Metro (32 santri), Bandar Lampung (22), Lampung Selatan (20), Lampung Barat (17), Lampung Tengah (15), Lampung Utara (12), Pesawaran (11), dan Lampung Timur (1).

“Ada peserta yang menempuh perjalanan jauh dari pelosok, dan itu menunjukkan betapa besar kecintaan mereka terhadap ilmu,” tambah Erwinto.

Ujian CBT MQKN dibagi ke dalam tiga jenjang pendidikan: Ula, Wustha, dan Ulya, dengan materi meliputi tafsir, fiqh, akhlak, nahwu, tarikh, hadis, dan tauhid.

  • 17 Juni: Jenjang Wustha (tafsir, fiqh ushul fiqh, dan akhlak)
  • 18 Juni: Jenjang Ula dan Ulya (fiqh, nahwu, tarikh)
  • 19 Juni: Jenjang Ulya (tauhid, hadis, ilmu hadis, nahwu)

Seluruh sesi berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB dengan sistem CBT yang diawasi langsung oleh tim pusat dan panitia lokal.

Di akhir arahannya, Erwinto berpesan agar para santri tampil percaya diri namun tetap menjunjung adab serta menjaga kejujuran selama proses seleksi.

“Nilai tinggi itu penting, tapi lebih penting bagaimana kita menempuhnya dengan cara yang benar, jujur, dan penuh keikhlasan. MQKN adalah jalan menuju keberkahan ilmu,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh pondok pesantren agar terus menjaga semangat pelestarian kitab kuning sebagai warisan peradaban Islam.

“Kitab kuning bukan sekadar teks tua, melainkan cahaya yang menerangi masa depan. Dan kalian, para santri, adalah lentera peradaban itu,” tutup Erwinto. (Anggithya/Abdul Aziz)

Penulis: H. Kas

Editor: Szp

Bagikan Artikel Ini

Infografis