12 Penyuluh PPPK Asal Lampung Timur Terima SK Penugasan Baru dari Kanwil Kemenag
Informasi

12 Penyuluh PPPK Asal Lampung Timur Terima SK Penugasan Baru dari Kanwil Kemenag

  30 Jun 2025 |   10 |   Penulis : PC APRI Lampung Timur|   Publisher : Biro Humas APRI Lampung

Bandar Lampung (Humas Apri)---

Senin (30/06/2025), Aula Sai Batin Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung menjadi saksi momen penting bagi 84 penyuluh agama Islam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menerima Surat Keputusan (SK) penugasan. Dari jumlah tersebut, 12 orang merupakan penyuluh asal Kabupaten Lampung Timur formasi seleksi tahun 2022.

Penyerahan SK ini menandai penyesuaian penempatan kerja yang sebelumnya tersebar ke berbagai kabupaten seperti Mesuji dan Lampung Selatan, maupun lintas kecamatan dalam wilayah Lampung Timur. Dengan SK baru ini, para penyuluh tersebut secara resmi kembali ditugaskan di satuan kerja (satker) asal mereka saat menjadi penyuluh non-PNS.

Plt. Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, Erwinto, dalam arahannya menyampaikan bahwa penugasan ulang ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat efektivitas penyuluhan agama di masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran penyuluh sebagai garda terdepan Kementerian Agama dalam membina umat, serta perlunya menjaga loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Selain itu, Erwinto juga mendorong kepala seksi penyuluh di kabupaten/kota untuk segera melakukan pembinaan serta evaluasi berkala terhadap kinerja penyuluh PPPK demi menjaga mutu layanan keagamaan di tingkat akar rumput.

Sementara itu, Ketua Tim SDM Aparatur Kanwil Kemenag Lampung, Tri Rahayu, menyebutkan bahwa proses penyesuaian ini merujuk pada arahan surat Dirjen Bimas Islam nomor B.2752/DJ.III/2/OT.01.2/02/2025 tanggal 25 Februari 2025. Surat tersebut menjadi dasar dalam proses pertimbangan pemetaan ulang penugasan para penyuluh PPPK.

Penugasan ini diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program-program prioritas Kementerian Agama, seperti penguatan moderasi beragama, ketahanan keluarga, dan pendidikan keagamaan masyarakat berbasis lokalitas.

Dengan kembalinya penyuluh ke wilayah pengabdiannya semula, diharapkan tercipta kesinambungan dalam pembinaan umat dan pelayanan yang lebih dekat serta menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.***(NL)

Share | | | |