Tingkatkan Kompetensi Pelayanan, Penghulu KUA Gunungsitoli Utara Ikuti Bimtek Hipnoterapi BDK Medan
Daerah

Tingkatkan Kompetensi Pelayanan, Penghulu KUA Gunungsitoli Utara Ikuti Bimtek Hipnoterapi BDK Medan

  22 Jun 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Gunungsitoli Utara (Humas). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kompetensi SDM di lingkungan Kementerian Agama, Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara, Dafiq Iman Hakim MS, S.H., mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Hipnoterapi bagi Penghulu pada hari pertama, Senin (22/06/2026). Kegiatan ini diikuti secara daring (online) langsung dari ruang kerjanya di KUA Gunungsitoli Utara. Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, partisipasi aktif ini menunjukkan komitmen KUA dalam menyerap ilmu-ilmu baru demi memberikan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat luas, khususnya bagi para calon pengantin.

Pelatihan berbasis kompetensi psikologis ini diselenggarakan secara resmi oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Medan sebagai bagian dari program strategis peningkatan kapasitas para penghulu di wilayah kerja Sumatera Utara. Kegiatan belajar mengajar jarak jauh ini berlangsung dengan sangat disiplin, dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB hingga berakhir pada pukul 15.00 WIB. Pihak BDK Medan berharap melalui bimtek intensif ini, para penghulu tidak hanya mahir dalam aspek hukum fikih pernikahan semata, melainkan juga dibekali keterampilan komunikasi persuasif dan konseling yang mendalam.

Pada hari pertama pelaksanaan bimtek, panitia menghadirkan Widyaiswara (WI) sekaligus narasumber ahli yang kompeten di bidangnya, yaitu Jayinto, S.Sos.I, MA. Dalam pemaparannya, Jayinto menekankan betapa pentingnya penguasaan ilmu hipnoterapi modern bagi seorang penghulu dalam mengurai problematika rumah tangga serta memberikan pembekalan pranikah yang menyentuh alam bawah sadar. Penyampaian materi yang interaktif membuat suasana pelatihan daring tetap hidup dan memicu diskusi dua arah yang berbobot antara narasumber dan para peserta dari berbagai daerah.

Adapun materi yang dikupas tuntas pada sesi hari pertama ini meliputi pembukaan resmi, overview program, sejarah perkembangan hipnoterapi, hingga teori-teori dasar hipnoterapi. Peserta diajak untuk memahami bahwa hipnoterapi bukanlah hal mistis, melainkan sebuah metode ilmiah medis-psikologis yang sah untuk merelaksasi pikiran dan menanamkan sugesti positif. Pengenalan sejarah dan teori dasar ini dinilai sangat krusial agar para penghulu memiliki fondasi pemikiran yang benar sebelum nantinya mempraktikkan teknik tersebut dalam ruang lingkup kepenghuluan.

Dafiq Iman Hakim MS, S.H., menyampaikan apresiasinya atas materi hari pertama yang dinilai sangat relevan dengan tantangan kerja di lapangan saat ini. Menurutnya, ilmu hipnoterapi dasar ini akan sangat membantu penghulu saat menghadapi calon pengantin yang tegang menjelang akad nikah, maupun dalam melakukan mediasi konflik keluarga secara lebih persuasif dan menenangkan. Dengan selesainya hari pertama ini, ia siap melanjutkan rangkaian bimtek pada hari berikutnya demi membawa perubahan positif bagi pelayanan keagamaan di Kecamatan Gunungsitoli Utara. (DIH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis