Indragiri Hilir (Humas) Dalam upaya membekali generasi muda menghadapi tantangan sosial modern, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan Hulu menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan yang sarat edukasi ini dilaksanakan pada Rabu (17/6/2026), bertempat di Madrasah Aliyah (MA) Sabilal Muhtadin Tembilahan, dan diikuti oleh 50 siswa-siswi madrasah tersebut.
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala KUA Tembilahan Hulu, H. Rasyidi, serta dihadiri oleh jajaran Penyuluh Agama Islam dan staf KUA Tembilahan Hulu. Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, panitia menghadirkan tiga pemateri kompeten yang mengupas tuntas isu-isu krusial remaja saat ini.
Adapun materi yang disampaikan meliputi dampak pernikahan dini oleh Arrivaie R., bahaya dan pencegahan perundungan (Stop Bullying) oleh Lia Afriani, serta edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas remaja oleh Hendra.
Perwakilan dari MA Sabilal Muhtadin, Zulkifli, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif KUA Tembilahan Hulu yang memilih Madrasah mereka sebagai lokus bimbingan. According to him, program ini sangat relevan dan bermanfaat nyata bagi perkembangan mental serta spiritual para siswa yang berada di usia remaja.
Sementara itu, Plt. Kepala KUA Tembilahan Hulu, H. Rasyidi, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak madrasah atas fasilitasi dan waktu yang diberikan, sehingga program BRUS ini dapat berjalan dengan lancar.
"Kami sangat berterima kasih atas waktu, tempat, dan kesempatan luar biasa yang diberikan oleh pihak madrasah. Program BRUS ini dirancang khusus sebagai benteng bagi remaja kita agar terhindar dari hal-hal negatif seperti pernikahan dini, bullying, dan pergaulan bebas. Semoga ilmu yang didapat hari ini benar-benar bermanfaat dan menjadi pedoman bagi masa depan mereka," ujar H. Rasyidi dalam arahannya.
Tidak hanya memberikan pembekalan materi, dalam momen penuh khidmat tersebut KUA Tembilahan Hulu juga menyerahkan bantuan wakaf berupa 25 mushaf Al-Qur'an kepada MA Sabilal Muhtadin. Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat semakin memotivasi para siswa untuk mencintai, membaca, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.