Terobosan Bazar Ramadan Fosil BKM Medan Denai: Ka KUA Ajak Perkuat Ekonomi Umat dan Syiar Islam
Daerah

Terobosan Bazar Ramadan Fosil BKM Medan Denai: Ka KUA Ajak Perkuat Ekonomi Umat dan Syiar Islam

  21 Feb 2026 |   34 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai, H. Yakhman Hulu, S.Ag., M.Ikom, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan langkah terobosan baru yang diinisiasi oleh Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid (Fosil BKM) Medan Denai. Langkah tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Bazar Ramadhan yang menjadi wadah bagi pelaku usaha kuliner di wilayah tersebut.

Kegiatan Bazar Ramadhan ini merupakan sebuah ikhtiar nyata dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM, sekaligus memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan takjil untuk berbuka puasa. H. Yakhman Hulu menilai bahwa keberadaan bazar ini tidak hanya membantu ekonomi keluarga, tetapi juga menyemarakkan bulan suci sebagai musim kebaikan dan ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat. 

Lebih lanjut, H. Yakhman Hulu berharap agar gerakan inovatif ini dapat menginspirasi BKM di setiap kecamatan se-Kota Medan untuk melakukan hal serupa. Menurutnya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata, tetapi juga harus menjadi pusat peradaban yang mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan ekonomi jemaahnya.

Beliau menekankan bahwa penguatan umat ke depan tidak boleh hanya didekati dengan aspek ibadah an sich saja. Integrasi antara sisi ibadah dan muamalah menjadi kunci penting agar kehadiran organisasi keagamaan seperti BKM dapat dirasakan manfaatnya secara holistik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. 


Sejalan dengan semangat Ramadan sebagai momentum perubahan, langkah Fosil BKM ini mencerminkan fungsi Ramadan sebagai "madrasah" yang melatih kemandirian dan kepedulian sosial. Inisiatif ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengisi waktu dengan hal-hal yang produktif dan bernilai ibadah

Dalam perspektif spiritual, menyibukkan diri dengan kegiatan ekonomi yang membantu sesama merupakan salah satu cara menjaga waktu agar tidak terbuang sia-sia. Dengan adanya wadah seperti bazar ini, masyarakat diarahkan untuk melakukan aktivitas yang bermanfaat dibandingkan menghabiskan waktu pada hal-hal yang melalaikan

H. Yakhman Hulu juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan aktivitas muamalah di bazar, para pedagang dan pembeli hendaknya tetap menjaga etika dan lisan. Ramadan mengajarkan pengendalian diri, termasuk dalam bertransaksi, agar nilai pahala puasa tidak berkurang karena ucapan yang tidak bermanfaat

Sebagai penutup, beliau berharap Bazar Ramadhan ini menjadi titik balik bagi penguatan ekonomi berbasis masjid di Kota Medan. Semoga kegiatan ini meninggalkan bekas yang baik dalam akhlak dan kedekatan sosial antarwarga, menjadikan Ramadan tahun ini sebagai Ramadan terbaik dalam pengabdian kepada Allah dan sesama manusia. (YH/MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis