Tanggap Darurat Longsor: Pos Keagamaan Situkung Kembali Tangani Pemulasaran Jenazah Korban
Daerah

Tanggap Darurat Longsor: Pos Keagamaan Situkung Kembali Tangani Pemulasaran Jenazah Korban

  24 Nov 2025 |   42 |   Penulis : APRI mBanjar |   Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah

Banjarnegara  – Pos Keagamaan Bencana Tanah Longsor Situkung kembali melaksanakan tugas kemanusiaan dalam penanganan korban bencana. Pada Rabu (19/11) sekitar pukul 13.30 WIB, tim gabungan berhasil menemukan satu korban meninggal dunia bernama Tuwi, berusia 60 tahun, setelah proses pencarian yang dilakukan sejak pagi oleh tim SAR, relawan, aparat desa, dan masyarakat.

Korban ditemukan dalam kondisi tertimbun material longsor. Setelah dievakuasi dari titik lokasi, jenazah langsung dibawa ke pos pemulasaran untuk menjalani rangkaian prosedur sesuai syariat Islam. Tim Pemulasaran Jenazah Pos Keagamaan bergerak cepat dan terkoordinasi, memastikan seluruh proses berlangsung dengan penuh kehati-hatian dan penghormatan.

Petugas dari Pos Keagamaan yang dipimpin Koordinator Kepala KUA Pandanarum dan relawan keagamaan bekerja sama sangat baik di lapangan. Koordinasi yang solid membuat rangkaian pemulasaran bisa dilakukan dengan cepat tanpa mengurangi kualitas pelayanan keagamaan kepada almarhum.

Dalam kegiatan ini, dokter polisi juga turut hadir untuk melakukan identifikasi dan pencocokan data korban. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan identitas resmi almarhum serta mencatat data visum dasar sesuai prosedur penanganan korban bencana. Selain itu, relawan kesehatan ikut mendukung proses untuk memastikan bahwa seluruh tahapan berlangsung aman dan sesuai standar.

Suasana haru menyelimuti area pemakaman. Masyarakat, relawan, dan aparat yang terlibat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Tuwi, sembari memberikan dukungan kepada keluarga dan warga lain yang terdampak.

Dengan ditemukannya korban pada pukul 13.30 WIB tersebut, Pos Keagamaan menegaskan kembali komitmennya untuk terus bersiaga di lokasi bencana. Tim akan tetap siap menangani pemulasaran jenazah apabila ditemukan korban lainnya serta memberikan pendampingan spiritual kepada warga sepanjang masa tanggap darurat.

Sinergi kuat antara unsur keagamaan, aparat keamanan, tenaga medis, dan para relawan menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong-royong tetap hidup di tengah musibah yang melanda Situkung. 

(ev/ azd)

Bagikan Artikel Ini

Infografis