Sinergi KUA dan SMAN 1 Hamparan Perak, Bentengi Remaja dari Pornografi dan Pernikahan Dini
Daerah

Sinergi KUA dan SMAN 1 Hamparan Perak, Bentengi Remaja dari Pornografi dan Pernikahan Dini

  15 Jul 2026 |   26 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Hamparan Perak, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hamparan Perak bersama SMA Negeri 1 Hamparan Perak  menggelar kegiatan sosialisasi  MPLS( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) bagi para siswa dan siswi baru SMAN 1 Hamparan Perak, Selasa ( 14/07 ). Turut hadir kepala sekolah Desi Ariani S.S, M.Pd, PKS 1 Syahri Ardianto, siswa dan siswi baru SMAN 1 Hamparan Perak sejumlah 325 orang.
 
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya bersama dalam membentengi generasi muda dari dampak buruk pornografi serta menekan angka pernikahan dini di tingkat remaja.

Kepala KUA Hamparan Perak Imam Syafii S.Hi menyampaikan bahwa usia remaja merupakan fase krusial yang rentan terhadap pengaruh negatif digitalisasi. Kecanduan pornografi pada usia remaja bukan sekadar masalah moralitas biasa, melainkan sebuah ancaman serius yang merusak masa depan generasi muda dari berbagai lini kehidupan. Secara biologis, paparan konten pornografi secara konsisten memicu perubahan struktur saraf otak, khususnya pada bagian Pre Frontal Cortex (PFC) yang berfungsi mengendalikan emosi, keputusan, dan konsentrasi. Akibat rusaknya sistem kendali ini, remaja akan mengalami penurunan fokus belajar yang drastis, hilangnya motivasi akademis, serta munculnya gangguan kecemasan internal yang konstan.Dampak psikologis tersebut kemudian merembet pada runtuhnya tatanan nilai dan sosial remaja. 



Secara perlahan, terjadi pendangkalan nilai moral di mana batasan antara perilaku yang etis dan tidak etis menjadi kabur. Rasa bersalah dan kecemasan yang menumpuk akhirnya memaksa mereka menarik diri ke dalam isolasi sosial, menjauh dari keluarga, dan kehilangan kemampuan berkomunikasi yang sehat di dunia nyata. Ironisnya, demi memuaskan kecanduan yang kian mendalam, mereka kerap terdorong untuk melakukan perilaku berisiko di lingkungan pergaulan, seperti eksperimen seksual dini dan pergaulan bebas yang mengancam keselamatan fisik serta masa depan mereka.

Sementara dampak dari pernikahan dini di usia sekolah membawa dampak buruk yang nyata bagi masa depan anak. Secara psikologis, mental remaja yang belum matang belum siap menghadapi tekanan rumah tangga, sehingga sangat rentan memicu stres, depresi, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pernikahan dini bukan jalan keluar, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Hamparan Perak mengapresiasi  bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan untuk melengkapi kurikulum sekolah, khususnya dalam pembinaan karakter dan mental siswa di era informasi. Selain membahas risiko pernikahan dini, sosialisasi ini juga mengupas tuntas bahaya pornografi yang dapat merusak perkembangan otak dan masa depan remaja.

Melalui bimbingan dan dialog interaktif ini, para siswa dan siswi diharapkan mampu memfilter konten digital secara bijak dan mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif serta produktif. Di akhir acara kepala KUA Hamparan Perak mengajak siswa mengatakan yel yel tekad "katakan tidak pada pornografi pada pronografi, katakan tidak pada pernikahan dini, siswa siswi SMAN 1 Hamparan Perak  berprestasi, yes yes yes ".

Bagikan Artikel Ini

Infografis