Penghulu KUA Gunungsitoli Utara Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Kecemasan Ekonomi
Daerah

Penghulu KUA Gunungsitoli Utara Ajak Masyarakat Bijak Menyikapi Kecemasan Ekonomi

  17 Jul 2026 |   8 |   Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Gunungsitoli Utara, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara kembali melaksanakan program rutin “Jum’at Bareng” sebagai bagian dari kegiatan pembinaan keagamaan triwulanan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 17 Juli 2026, bertempat di Masjid Jami’ Taqwa Afia, dan diikuti oleh jamaah setempat dengan penuh khidmat. Suasana ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan sejak awal hingga akhir rangkaian kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, Penghulu KUA Gunungsitoli Utara, Dafiq Iman Hakim MS, S.H, bertindak sebagai khatib sekaligus menyampaikan khutbah Jumat dengan tema yang menyentuh realitas kehidupan masyarakat, yakni kecemasan terhadap rezeki. Tema ini diangkat sebagai bentuk respon atas fenomena yang kerap terjadi di tengah masyarakat, di mana banyak orang merasa gelisah, takut kekurangan, bahkan terkadang menghalalkan segala cara demi memenuhi kebutuhan hidup. Penyampaian khutbah dilakukan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah.

Dalam khutbahnya, khatib menegaskan bahwa salah satu kecemasan terbesar manusia adalah persoalan rezeki. Padahal, Allah SWT telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya di muka bumi ini. Ia mengajak jamaah untuk kembali menanamkan keyakinan bahwa rezeki bukan semata hasil usaha manusia, melainkan bagian dari ketetapan Allah yang telah diatur dengan penuh keadilan dan hikmah. Penegasan ini diharapkan mampu menumbuhkan ketenangan hati dan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa rasa cemas yang berlebihan terhadap rezeki justru dapat melemahkan keimanan dan membuka peluang bagi seseorang untuk terjerumus dalam perbuatan yang tidak dibenarkan, seperti kecurangan, ketidakjujuran, hingga praktik yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga keikhlasan, memperkuat tawakal, serta tetap berikhtiar dengan cara yang halal dan baik. Khatib juga mengingatkan bahwa keberkahan rezeki jauh lebih utama dibandingkan sekadar jumlah yang banyak.

Melalui kegiatan “Jum’at Bareng” ini, KUA Gunungsitoli Utara berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra pembinaan keagamaan yang aktif dan responsif terhadap berbagai persoalan umat. Program ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga sebagai media edukasi dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masyarakat semakin kokoh dalam iman dan bijak dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Ke depan, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah binaan di Kecamatan Gunungsitoli Utara. (DIH)

Bagikan Artikel Ini

Infografis