Daerah
Sinergi KUA dan Pemdes Olora dalam Pengukuhan Pengurus BKM Jami Hasanatul Jannah Periode 2026-2031
22 May 2026 | 23 | Penulis : Humas Cabang APRI Kota Gunung Sitoli | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Gunungsitoli Utara, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I., didampingi Pj. Kepala Desa Olora secara resmi mengukuhkan Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Jami' Hasanatul Jannah Dusun I Desa Olora Periode 2026-2031.
Prosesi pengukuhan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan diselimuti rasa kekeluargaan tersebut dilaksanakan langsung di dalam ruang utama Masjid Jami' Hasanatul Jannah pada Jum'at (22/5/2026). Pengukuhan ini menandai dimulainya babak baru estafet kepengurusan dalam mewujudkan manajemen masjid yang lebih maju dan maslahat.
Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran perangkat Desa Olora, Ketua MUI Kecamatan Gunungsitoli Utara, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta pengurus baru, remaja masjid dan jemaah Masjid Hasanatul Jannah. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dan unsur pemerintahan ini menunjukkan besarnya dukungan serta komitmen bersama dalam mengawal program-program keagamaan yang akan dijalankan oleh pengurus terpilih selama lima tahun ke depan.
Setelah prosesi pengukuhan selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan penyampaian sepatah kata dari Ketua BKM terpilih yang menyatakan kesiapannya dalam mengemban amanah berat ini serta memohon bimbingan dari para ulama dan tokoh masyarakat. Sambutan hangat kemudian disampaikan oleh perwakilan Tokoh Masyarakat serta disusul oleh Pj. Kepala Desa Olora, yang dalam sambutannya sangat berharap agar kepengurusan yang baru dikukuhkan ini dapat membawa perubahan positif, inovatif serta terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam menjaga stabilitas sosial dan pembinaan mental spiritual warga.
Pada sesi arahan dan bimbingan, Kepala KUA Gunungsitoli Utara, Amir Sidik Harefa, S.Pd.I., menekankan pentingnya peran BKM dalam mengelola manajemen masjid secara transparan (Idarah), memakmurkan kegiatan masjid (Imarah) dan merawat fasilitas fisik masjid (Ri'ayah). Ia juga berpesan agar masjid senantiasa dijaga fungsinya sebagai pusat pemersatu umat, benteng moderasi beragama serta syiar Islam yang menyejukkan bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan tersebut kemudian diakhiri dengan sesi diskusi bersama dan pemilihan pelaksana syara' harian seperti imam dan khatib, guna menyusun struktur operasional keagamaan yang solid agar pelayanan ibadah di Masjid Jami' Hasanatul Jannah dapat langsung berjalan dengan efektif, tertib dan tepat sasaran. (DIH)