Daerah

Sinergi Bersama, KUA Hamparan Perak Pimpin Safari Ramadhan Sesi 4 dan Serahkan Bantuan UPZ.
17 Mar 2026 | 14 | Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Hamparan Perak, (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hamparan Perak, Imam Syafii, S.H.I, menyalurkan zakat yang bersumber dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Hamparan Perak. Kegiatan penyaluran tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya membantu meringankan beban masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Kegiatan di laksanakan di Masjid Al-Hafiz Dusun III Hamparan Perak, Senin (16/03).
Penyaluran zakat ini dilaksanakan bersama penyuluh agama dan staf KUA Hamparan Perak serta disaksikan Ormas Islam, Muslimah NU, Al-Whasliyah, Fahmi Ummy, DMI, Persisi, MUI.Sekaligus di rangkai dengan membagikan bantuan UPZ langsung kepada para mustahak. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu serta memberikan kebahagiaan di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.
Kepala KUA Hamparan Perak Imam Syafii menyampaikan bahwa kegiatan ini melanjutkan safari ramadhan sesudahnya sebagai kesimpulan kegiatan safari yang di awali pertemuan dengan tema "Kupas tuntas Zakat Fitra dan Fidhya". Kedua bertemakan Penyaluran zakat wajib mematuhi aturan delapan asnaf. Sesi ketiga kupas tuntas tentang optimalisasi 10 hari akhir puasa Ramadhan dan sesi keempat kesimpulan dialog kajian yang pertama hingga yg keempat di iringi dengan Manajemen Masjid.
Diakhir pertemuan akan kita salurkan merupakan amanah dari UPZ Kemenag Deli Serdang yang dihimpun dari para pegawai di lingkungan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat ini merupakan wujud nyata kepedulian dan solidaritas sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, zakat memiliki peran penting dalam membantu mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap zakat yang disalurkan dapat memberikan manfaat serta keberkahan bagi para penerima.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya KUA Hamparan Perak dalam mendukung program Kementerian Agama dalam meningkatkan kepedulian sosial dan pemberdayaan umat. Melalui penyaluran zakat yang tepat sasaran, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan penyaluran zakat tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan harapan agar semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat.
Pemateri H. Zainal Arifin S. Ag, M. Si sekaligus sebagai ketua DMI Kec. Hamparan Perak, menyampaikan dengan semangat ramadhan menumbuhkan rasa cinta dan terpautnya hati untuk selalu memakmurkan Masjid. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menegaskan bahwa memakmurkan masjid adalah tanda nyata dari keimanan seseorang: "Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian..." (QS. At-Taubah: 18).
Bulan Ramadhan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar, melainkan waktu terbaik untuk membangun sinergi antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial melalui Masjid. Kemakmuran masjid tidak hanya diukur dari kemegahan fisiknya, tetapi dari seberapa hidup aktivitas di dalamnya.
Makmur secara Ibadah: Shalat berjamaah, Tarawih, tadarus Al-Qur'an, dan itikaf meningkatkan kedekatan spiritual individu dengan penciptanya. Makmur secara Sosial: Masjid menjadi pusat distribusi zakat, infak, dan sedekah, serta menjadi tempat berbagi buka puasa (ifthar) yang mempererat ukhuwah. Makmur secara Intelektual: Melalui kultum dan kajian keagamaan, masjid berfungsi sebagai madrasah untuk meningkatkan pemahaman agama umat.
Masjid di Bulan Ramadhan, Pahala Melimpah: Di bulan Ramadhan, setiap amal saleh—termasuk langkah kaki menuju masjid dan berdiam diri di dalamnya—akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Naungan di Hari Kiamat: Salah satu golongan yang mendapat naungan Allah adalah seseorang yang hatinya terpaut pada masjid. Ramadhan adalah saat paling tepat untuk "mengikat" hati kita dengan masjid.
Mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Ramadhan ini untuk tidak hanya menjadi "tamu musiman" di masjid, tetapi menjadi penggerak kemakmuran masjid yang istiqamah bahkan setelah Ramadhan berlalu. Semoga setiap sujud dan dzikir kita di tempat mulia ini menjadi saksi keimanan kita di akhirat kelak. (MHS/IS)