Silaturahmi Pecinta Al-Qur'an Perkuat Sinergi Pembinaan MTQ di Sumatera Utara
Daerah

Silaturahmi Pecinta Al-Qur'an Perkuat Sinergi Pembinaan MTQ di Sumatera Utara

  21 Jun 2026 |   10 |   Penulis : Humas Cabang APRI Batubara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan,(Humas) Suasana penuh kehangatan dan semangat ukhuwah mewarnai silaturahmi para pecinta Al-Qur'an di sela-sela pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026. Pertemuan berlangsung di Lapangan Astaka Mimbar Utama MTQ Provinsi Sumatera Utara pada Minggu Tanggal 20 Juni 2026.

Silaturahmi tersebut mempertemukan Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara sekaligus Wakil Ketua LPTQ Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Zulfan Efendi, M.A., didampingi staff dengan Ketua LPTQ Kabupaten Batu Bara, H. Al-Asari, S.Ag., M.Si., serta H. Sofyan Siagian, S.Ag., selaku pelatih utusan Kabupaten Batu Bara yang juga menjabat sebagai Sekretaris APRI Kabupaten Batu Bara  dan Pengurus lainnya. Turut hadir pula beberapa anggota Dewan Hakim MTQ Nasional Sumatera Utara ke-40 Tahun 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi di antara para pecinta Al-Qur'an sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan pembinaan Al-Qur'an di berbagai daerah. Berbagai masukan dan gagasan disampaikan sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qur'ani di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu, Dr. H. Zulfan Efendi turut meminta klarifikasi terkait informasi yang sempat viral mengenai ketidakhadiran Kafilah Kabupaten Batu Bara pada saat pelaksanaan defile pembukaan MTQ.

Menanggapi hal tersebut, Ketua LPTQ Kabupaten Batu Bara, H. Al-Asari, menjelaskan bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh kurangnya koordinasi dan miskomunikasi antara official Kabupaten Batu Bara dengan panitia tingkat provinsi.

"Tidak ada unsur kesengajaan. Sebagian kafilah sebenarnya telah berada di lokasi pelaksanaan saat defile berlangsung. Permasalahan ini hanya karena kurangnya koordinasi dan miskomunikasi, sehingga ke depan akan menjadi bahan evaluasi bersama agar tidak terulang kembali," jelas H. Al-Asari.

Sementara itu, anggota Dewan Hakim, Drs. H.M. Ansor Hasibuan dari Kabupaten Tapanuli Selatan, menyampaikan apresiasinya terhadap rencana Menteri Agama Republik Indonesia yang akan menggelar MTQ Nasional setiap tahun.

Menurutnya, pelaksanaan MTQ secara rutin merupakan salah satu ikhtiar strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membangun karakter bangsa di tengah tantangan dekadensi moral generasi muda.

"Saya sangat mendukung rencana Bapak Menteri Agama agar MTQ Nasional dilaksanakan setiap tahun. Ini menjadi salah satu upaya membangun bangsa melalui nilai-nilai agama di tengah tantangan dekadensi moral remaja. Saya yang sudah berusia lebih dari 60 tahun saja tetap bersemangat setiap kali membicarakan pengembangan Al-Qur'an," ungkapnya.

Selaku Penghulu, Sofyan yang juga Pelatih baca dan seni Al-quran melihat perlu gerakan massif dari kita para Praktisi terutama pengambil kebijakan dalam memasyarakatkan Al-quran. Secara tidak resmi kita sudah melakukan survey Kepada calon pengantin disaat acara Bimbingan Perkawinan kebanyakan catin kita tidak pandai membaca al-quran dan  Ini PR kita bersama katanya.

Silaturahmi tersebut diakhiri dengan harapan agar sinergi antara pemerintah, LPTQ, para pelatih, dewan hakim, dan seluruh pemerhati Al-Qur'an terus terjalin erat dalam membina lahirnya generasi Qur'ani yang unggul, berakhlak mulia, serta mampu mengharumkan nama Sumatera Utara dan Indonesia di berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (ss)

Bagikan Artikel Ini

Infografis