Daerah

KUA Tuhemberua Dampingi Pembentukan DP MUI Kecamatan Periode Baru
20 Jun 2026 | 12 | Penulis : Humas Cabang APRI Nias Utara | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Tuhemberua (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua yang dihadiri oleh Betha Nugraha Pratama dan Muhammad Rifai, mengikuti kegiatan pendampingan pembentukan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kecamatan Tuhemberua Masa Khidmat 2026–2031 yang dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Ladara, Jumat sore (19/06).
Kegiatan ini dilaksanakan seiring berakhirnya masa khidmat DP MUI Kecamatan Tuhemberua Periode 2022–2025. Pembentukan kepengurusan baru dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan peran MUI dalam pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pemberian layanan keagamaan kepada masyarakat.
Pelaksanaan pendampingan tersebut berdasarkan Surat Mandat Nomor A.24/DP-K.II-31.SM.VI/2026 yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Nias Utara. Tim pendamping yang ditugaskan terdiri atas Saharman Tanjung, Yasir Purna Tanjung, Ardiansyah Zega, Mikdar Tanjung, Muhammad Rifai, dan Betha Nugraha Pratama.
Kegiatan dihadiri oleh para Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Tuhemberua serta tokoh masyarakat yang turut memberikan masukan dan pandangan dalam proses pembentukan kepengurusan baru. Suasana musyawarah berlangsung dengan penuh kekeluargaan, mengedepankan prinsip kebersamaan, hikmah, dan kebijaksanaan dalam menentukan figur yang akan memimpin organisasi keulamaan tersebut selama lima tahun ke depan.
Melalui proses musyawarah mufakat yang berjalan lancar, peserta sidang sepakat memilih Arisman Tanjung sebagai Ketua Umum DP MUI Kecamatan Tuhemberua Masa Khidmat 2026–2031.
KUA Tuhemberua berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, dan berkemajuan di Kecamatan Tuhemberua.
Pembentukan DP MUI Kecamatan Tuhemberua ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran ulama dan tokoh agama sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina umat, menjaga kerukunan, serta memberikan bimbingan keagamaan yang menyejukkan di tengah masyarakat. (MHS/BNP)