Daerah
Semangat Membaca Alquran di Balik Jeruji: Penghulu KUA Onan Runggu Bimluh di Lapas Pangururan
29 Apr 2026 | 5 | Penulis : Humas Cabang APRI Samosir | Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara
Onanrunggu, (Humas). Kegiatan Pembinaan Mental dan Penyuluhan (Bimluh) yang digelar oleh Penghulu dan PAIS KUA Kecamatan Onan Runggu berlangsung dengan penuh khidmat di Aula Lapas Kelas III Pangururan pada Rabu, (29/04). Agenda ini mengusung tema “Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Balik Jeruji Besi” sebagai bentuk kepedulian terhadap pembinaan spiritual warga binaan.
Suasana sederhana namun sarat makna tampak dari para peserta yang duduk melingkar sambil memegang mushaf Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keagamaan tetap berjalan meskipun dalam keterbatasan ruang. Antusiasme warga binaan terlihat jelas dari keseriusan mereka mengikuti setiap sesi yang diberikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penghulu KUA Onan Runggu Saiful Anwar, S.Ag., bersama para Penyuluh Agama Islam (PAIS) yakni M. Syakban, S.H.I., Anfal Samosir, S.H., serta penyuluh lainnya. Kehadiran para penyuluh ini memberikan semangat baru bagi warga binaan untuk belajar membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membimbing secara langsung satu per satu peserta. Pendekatan humanis dan persuasif menjadi metode utama dalam kegiatan ini. Hal tersebut menciptakan suasana yang nyaman dan mendorong peserta untuk aktif belajar tanpa rasa canggung.
Dalam penyampaiannya, Penghulu menegaskan pentingnya membaca Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an, “Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq” yang berarti “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” (QS. Al-‘Alaq: 1). Penghulu tersebut menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar ibadah, tetapi juga jalan menuju perubahan diri yang lebih baik. Ia juga menambahkan bahwa setiap huruf yang dibaca akan bernilai pahala yang berlipat. Pernyataan ini disambut penuh harapan oleh para peserta yang ingin memperbaiki diri.
Kegiatan Bimluh ini juga difokuskan pada pemberantasan buta huruf Al-Qur’an melalui metode pembelajaran yang sederhana dan mudah dipahami. Para peserta diajarkan mulai dari pengenalan huruf hijaiyah hingga cara membaca dengan tajwid yang benar. Interaksi langsung antara penyuluh dan peserta membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Setiap kemajuan kecil yang dicapai peserta menjadi motivasi besar untuk terus belajar. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menuntut ilmu agama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki bekal spiritual yang kuat ketika kembali ke masyarakat. Penghulu dan PAIS KUA Onan Runggu berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek keagamaan secara menyeluruh.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter dan moral yang lebih baik bagi para warga binaan. Semangat belajar Al-Qur’an yang tumbuh di dalam lapas menjadi harapan baru bagi perubahan hidup mereka. Melalui kegiatan ini, cahaya Al-Qur’an diharapkan mampu menerangi kehidupan, bahkan di balik jeruji besi sekalipun.