Daerah
PC APRI Aceh Tamiang Resmi Dikukuhkan, Bupati Dorong Percepatan Pemulihan Pasca Banjir
29 Apr 2026 | 33 | Penulis : Humas PC APRI Aceh Tamiang | Publisher : Biro Humas APRI Aceh
ACEH TAMIANG – Di tengah semangat transformasi digital dan penguatan peran sosial, Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PC APRI) Kabupaten Aceh Tamiang Masa Bakti 2025-2029 resmi dikukuhkan. Prosesi pengukuhan yang khidmat ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tamiang, Bapak Salamina, S.Ag., M.A., pada Rabu (29/04/2026) di Aula Istiqamah - Rantau. Di bawah nahkoda Ketua terpilih, Zahlul Fuad, S.HI., M.Ag., organisasi profesi ini mengusung visi besar melalui tema "Integritas dan Inovasi: Bergerak Serentak untuk Kinerja Berdampak".
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., yang hadir sekaligus membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab), memberikan apresiasi tinggi terhadap perluasan peran penghulu. Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan masyarakat pasca-bencana banjir yang sempat melanda wilayah Bumi Muda Sedia. Beliau menegaskan bahwa penghulu memiliki posisi strategis dalam menjaga ketahanan nasional melalui keluarga, terutama dalam isu sensitif seperti pencegahan stunting dan deteksi dini problematika keagamaan.
Momentum bersejarah ini semakin berkesan dengan kehadiran jajaran pimpinan Pengurus Wilayah (PW) APRI Provinsi Aceh yang hadir dengan komposisi lengkap—Ketua, Sekretaris, hingga Bendahara 2. Kehadiran pimpinan wilayah ini menjadi simbol kuatnya dukungan hierarki organisasi dalam mengawal program-program strategis di tingkat cabang. Selain jajaran PW, acara ini turut dihadiri oleh Forlompimda, tokoh Ormas Islam, serta tamu undangan lainnya yang memadati ruang pertemuan dalam suasana penuh kebersamaan.
Zahlul Fuad, dalam sambutannya menghaturkan terima kasih yang mendalam atas kehadiran Bapak Bupati serta dukungan penuh dari PW APRI Aceh. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini. "Penghulu bukan sekadar urusan pernikahan; kami adalah bagian dari solusi persoalan umat, mulai dari wakaf hingga hingga deteksi dini isu keagamaan dan penanganan stunting sebagai bagian dari ketahanan nasional. Kami siap bergerak serentak untuk Aceh Tamiang yang lebih religius dan tangguh," tegas Zahlul menutup rangkaian acara sebelum melanjutkan agenda Rapat Kerja.