Semangat Luar Biasa! KUA Susukan Ukur Arah Kiblat Makam di Desa Karangjati
31 Jul 2025 | 89 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara – Tim dari Kantor Urusan Agama (KUA) Susukan melakukan silaturahmi guna memperkuat sinergisitas antar instansi dengan Pemerintah Desa Berta. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Pemerintahan Desa Berta pada Kamis (25/7). Tim KUA Susukan yang beranggotakan Yusuf Andi Yulianto, Umrotun Mabruroh, Mira Nuzulurrohmah, Ahmad Arif, Abdullah, dan Siti Maftukhah Tiara Rizky
Di bawah terik matahari yang menyengat, semangat tim Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Susukan tak surut sedikit pun dalam menjalankan misi mulia meluruskan arah kiblat makam. Pada Senin (28/7), tim KUA Susukan yang beranggotakan Yusuf Andi Yulianto, Umrotun Mabruroh, Mira Nuzulurrohmah, Ahmad Arif, Abdullah, dan Siti Maftukhah Tiara Rizky mengunjungi Desa Karangjati untuk mengukur arah kiblat lima lokasi pemakaman, yaitu Makam Jambean, Makam Kedondong, Makam Pule, Makam Bolotan, dan Makam Kalongan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program GERAKE MAMAK (Gerakan Edukasi Masyarakat Melek Arah Kiblat), sebuah inisiatif KUA Susukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat, bahkan hingga ke liang lahat.
Ketua tim KUA Susukan, Yusuf dalam keterangannya, menyampaikan bahwa banyak makam di wilayah pedesaan belum memiliki arah kiblat yang tepat, sehingga perlu dilakukan edukasi dan pengukuran ulang sebagai bentuk penghormatan kepada jenazah serta kepedulian terhadap syariat.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga makam, memiliki arah kiblat yang benar. Ini bagian dari pelayanan keagamaan yang paripurna,” ujarnya.
Meskipun cuaca sangat terik, tim tetap antusias menyusuri jalan-jalan desa, mendatangi tiap lokasi dengan peralatan kompas kiblat dan GPS. Masyarakat setempat menyambut hangat kegiatan ini dan ikut terlibat dalam proses pengukuran.
Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya arah kiblat, tidak hanya untuk shalat, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi umat Islam. (yay/abd, azd)