Remaja Desa, Harapan Bangsa: BRUS KUA Purwanegara Warnai MPLS SMPN 6 SATAP Purwanegara dengan Nilai dan Asa
20 Jul 2025 | 94 | Penulis : APRI mBanjar | Publisher : Biro Humas APRI Jawa Tengah
Banjarnegara — Semangat membangun karakter generasi muda tidak mengenal batas geografis. Hal inilah yang tampak dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) di SMP Negeri 6 Satu Atap Purwanegara pada Rabu (15/7) yang dikemas secara istimewa dengan menghadirkan program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), sebuah program unggulan dari KUA Kecamatan Purwanegara yang merupakan bagian dari aksi nyata KOPI SECETING (Komunitas Penyuluh Agama slam Serius Cegah Stunting).
Bertempat di sekolah yang terletak di daerah pedesaan dengan akses jalan yang tergolong ekstrem, kegiatan ini tetap berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat. Meski jauh dari pusat kota, siswa-siswi SMP Negeri 6 Satu Atap Purwanegara menunjukkan semangat dan antusiasme yang tak kalah hebat dibandingkan dengan pelajar di perkotaan.
Kegiatan BRUS ini diisi oleh para narasumber dari KUA Kecamatan Purwanegara, yaitu Penyuluh Agama Islam Anugrah Windu Setianingsih dan Retno Purnawati, serta Penghulu Rahman Alfi Rais, yang masing-masing menyampaikan materi inspiratif dan relevan dengan dunia remaja saat ini.
Anugrah Windu Setianingsih membawakan materi bertajuk “Jembatan Harapan”, mengajak siswa untuk memandang masa depan dengan optimisme dan membangun cita-cita yang kuat. Dalam penyampaiannya, Anugrah menekankan pentingnya menanamkan harapan sebagai pondasi utama untuk meraih masa depan yang cerah.
Sementara itu, Retno Purnawati mengangkat tema “Memupuk Rasa Percaya Diri”. Ia mengajak siswa mengenali potensi diri, berani tampil, dan tidak mudah minder meski berasal dari daerah terpencil. Melalui berbagai contoh inspiratif, Retno mengajak para remaja untuk berani bermimpi besar dan tetap teguh melangkah.
Penghulu KUA Kecamatan Purwanegara, Rahman Alfi Rais, turut menguatkan para siswa dengan materi “Remaja Hebat, Tidak Menikah Dini”. Ia menyampaikan betapa pentingnya masa remaja digunakan untuk belajar, menuntut ilmu, dan mempersiapkan masa depan yang matang. Menikah dini, menurutnya, bukan solusi, melainkan pintu berbagai persoalan jika dilakukan tanpa kesiapan yang cukup, baik dari sisi usia, mental, maupun ekonomi.
Acara yang diikuti oleh lebih dari 50 siswa ini berlangsung hangat dan interaktif. Selain materi yang bermuatan edukatif, kegiatan juga diisi dengan ice breaking menyenangkan, sesi tanya jawab interaktif, serta pembagian doorprize yang menambah semangat para peserta.
Yang paling membanggakan, seluruh siswa di sekolah tersebut berani tampil ke depan dan mengutarakan impian mereka menjadi guru, polisi, wirausahawan sukses, perawat, hingga presiden. Kegiatan ini benar-benar menjadi momen yang menggugah dan menginspirasi.
Kepala SMPN 6 SATAP Purwanegara, Sri Dwi Hastuti, menyampaikan apresiasi dan kebahagiaannya atas sinergi ini. “Kami sangat senang dengan kehadiran tim dari KUA Purwanegara. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka cakrawala berpikir siswa kami. Harapan kami, sinergi dan kerjasama seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap generasi muda, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa edukasi dan pembinaan moral remaja tidak hanya milik sekolah-sekolah di kota, tetapi juga menjadi hak seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali, termasuk yang berada di pelosok desa.
BRUS di SMPN 6 SATAP Purwanegara menjadi teladan akan pentingnya hadirnya negara melalui KUA dalam membentuk generasi yang tangguh, percaya diri, dan sadar akan pentingnya mempersiapkan masa depan tanpa terburu-buru dalam mengambil keputusan besar seperti pernikahan. (rp/azd)