Ramadhan Shopping Spree: 14 Hari Terakhir Berburu Pahala
Opini

Ramadhan Shopping Spree: 14 Hari Terakhir Berburu Pahala

  06 Mar 2026 |   17 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Hari ini kita telah memasuki hari ke-16 Ramadhan 1447 H. Tanpa terasa setengah lebih perjalanan Ramadhan telah berlalu. Jika Ramadhan diibaratkan sebuah perjalanan, maka kita sudah melewati pertengahan jalan. Jika Ramadhan diibaratkan sebuah perlombaan, maka sekarang kita berada di fase akhir yang menentukan.

Masih ada sekitar 14 hari tersisa sebelum Ramadhan meninggalkan kita.

Bayangkan sebuah permainan yang sering dikenal dalam dunia hiburan modern, yaitu Shopping Spree Challenge. Dalam permainan ini seseorang diberi waktu terbatas untuk mengambil barang sebanyak mungkin dari sebuah toko besar. Semua barang boleh diambil secara gratis, tetapi ada satu syarat: waktu yang diberikan sangat singkat.

Orang yang cerdas akan segera berlari, memilih barang yang paling berharga, dan mengumpulkannya sebanyak mungkin sebelum waktu habis.

Jika kita renungkan, Ramadhan sebenarnya adalah “Shopping Spree” spiritual bagi orang beriman.

Bedanya, yang kita ambil bukan barang.
Yang kita kumpulkan bukan uang.
Yang kita kejar adalah pahala dan ampunan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu kesempatan yang luar biasa di bulan ini. Rasulullah bersabda:

“Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Hadits ini memberikan gambaran yang sangat jelas: Ramadhan adalah musim pahala. Kesempatan kebaikan dibuka lebar-lebar, sementara penghalang-penghalangnya diperkecil.

Seolah-olah Allah memberikan kesempatan besar kepada manusia untuk mengambil pahala sebanyak mungkin.

Namun seperti dalam setiap permainan, waktu selalu menjadi faktor penentu.

Hari ini kita berada di hari ke-16, artinya waktu yang tersisa semakin sedikit. Jika Ramadhan ini adalah sebuah game spiritual, maka sekarang kita sedang memasuki fase akhir permainan.

Masih ada 14 hari untuk berburu pahala.

Masih ada kesempatan memperbanyak amal.

Masih ada peluang memperbaiki kekurangan ibadah di awal Ramadhan.

Jika Ramadhan adalah “toko pahala”, maka rak-raknya masih penuh dengan berbagai bentuk kebaikan.

Ada pahala membaca Al-Qur’an. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh.”
(HR. Muhammad ibn Isa al-Tirmidhi)

Bayangkan jika seseorang membaca satu juz Al-Qur’an dalam sehari. Berapa ribu huruf yang ia baca? Berapa puluh ribu pahala yang ia kumpulkan? Dalam logika “game Ramadhan”, Al-Qur’an adalah salah satu sumber poin terbesar.

Kemudian ada pahala sedekah. Rasulullah dikenal sebagai manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika bulan Ramadhan. Hal ini diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari.

Sedekah di bulan Ramadhan bukan sekadar membantu orang lain, tetapi juga menjadi cara cepat mengumpulkan pahala. Bahkan memberi makan orang yang berbuka puasa memiliki keutamaan besar. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.”
(HR. Muhammad ibn Isa al-Tirmidhi)

Ini seperti mendapatkan bonus pahala ganda.

Selain itu ada pahala shalat malam. Rasulullah bersabda:

“Barang siapa menegakkan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj)

Ampunan dosa adalah hadiah terbesar dalam “permainan Ramadhan”. Tidak ada yang lebih berharga daripada kembali kepada Allah dengan hati yang bersih dari dosa.

Menariknya, dalam “game Ramadhan” ini setiap orang bisa memilih strategi ibadahnya sendiri. Ada yang memperbanyak tilawah Al-Qur’an. Ada yang fokus pada sedekah. Ada yang memperkuat qiyamul lail. Ada yang memperbanyak dakwah dan membantu sesama.

Semua amal itu seperti berbagai “barang berharga” yang tersedia dalam toko pahala Ramadhan.

Namun ada satu hal yang sering membuat manusia kalah dalam “permainan spiritual” ini: menunda.

Sebagian orang berkata, “Nanti saja memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir.”
Sebagian lagi berkata, “Masih ada waktu.”

Padahal waktu Ramadhan berjalan sangat cepat.

Hari demi hari berlalu tanpa terasa. Tiba-tiba kita sudah berada di pertengahan bulan. Tiba-tiba kita akan sampai di akhir Ramadhan.

Karena itu, hari ke-16 ini seharusnya menjadi titik kebangkitan kedua bagi kita.

Jika di awal Ramadhan ibadah kita belum maksimal, maka sekaranglah saatnya memperbaiki. Jika tilawah kita masih sedikit, perbanyaklah. Jika sedekah kita masih jarang, mulailah. Jika shalat malam kita masih berat, paksa diri untuk bangun.

Bayangkan jika Ramadhan ini adalah Ramadhan terakhir kita.

Apakah kita rela keluar dari bulan ini dengan pahala yang sedikit?

Ataukah kita ingin keluar dari Ramadhan dengan hati yang bersih, dosa yang diampuni, dan pahala yang melimpah?

Masih ada 14 hari tersisa.

Masih ada kesempatan untuk mengejar.

Masih ada waktu untuk berubah.

Mari jadikan sisa Ramadhan ini sebagai “Shopping Spree Pahala.”

Ambil pahala sebanyak mungkin.
Ambil amal yang kamu mampu.
Ambil keberkahan yang Allah sediakan.

Karena ketika Ramadhan berakhir, satu hal yang pasti: kesempatan luar biasa ini tidak akan kembali hingga tahun depan.

Dan tidak ada yang bisa menjamin kita akan bertemu Ramadhan berikutnya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang cerdas memanfaatkan Ramadhan, mengumpulkan pahala sebanyak mungkin, dan keluar dari bulan suci ini dengan dosa yang diampuni serta hati yang dipenuhi cahaya iman.

Aamiin.

 

💬 Komentar Pembaca
R
Rizka Ar-Ridha 06 Mar 2026 11:31

Syukron ust atas ilmu dan nasihatnya.

Bagikan Artikel Ini

Infografis