PW APRI Sumut Hadiri Doa Bersama Nasional, Wujudkan Empati untuk Korban Bencana
Daerah

PW APRI Sumut Hadiri Doa Bersama Nasional, Wujudkan Empati untuk Korban Bencana

  03 Dec 2025 |   37 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Pengurus Wilayah (PW) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Sumatera Utara menunjukkan kepedulian mendalam terhadap musibah yang menimpa saudara sebangsa. PW APRI Sumut turut serta dalam kegiatan khidmat Doa Bersama Untuk Korban Bencana Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat (PP) APRI. Kegiatan diikuti oleh PW APRI dan PC APRI Kabupaten/Kota se-Indonesia. 

Acara yang dipenuhi suasana haru dan solidaritas ini digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting pada Rabu malam (03/12). Meskipun terpisah jarak, kegiatan ini berhasil menyatukan hati para penghulu dari berbagai penjuru Indonesia, khususnya dari wilayah yang baru-baru ini dilanda bencana alam dahsyat seperti banjir bandang dan tanah longsor.

Ketua Wilayah PW APRI Sumut, H. Yakhman Hulu, menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari nilai kemanusiaan dan spiritual yang dianut organisasi. Ia menyebut kegiatan doa bersama ini sebagai bagian dari bentuk empati dan simpati yang tulus kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

"Musibah ini adalah cobaan bagi kita semua. Sebagai sesama anak bangsa, sudah selayaknya kita ulurkan tangan dan panjatkan doa terbaik. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata APRI Sumut dalam merasakan duka saudara-saudara kita," ujar H. Yakhman Hulu dalam keterangannya.

Tidak hanya diisi dengan doa, kegiatan ini juga menjadi forum penting bagi PP APRI Pusat untuk menggerakkan aksi kemanusiaan yang lebih konkret. Ketua Umum PP APRI, H. Madari, S.Ag, memimpin diskusi terperinci mengenai inisiasi penggalangan donasi.

Donasi ini direncanakan akan dikumpulkan dari para penghulu di seluruh Indonesia, dengan mekanisme koordinasi yang diserahkan kepada masing-masing PW. H. Madari menekankan bahwa upaya ini adalah bagian dari kepedulian kolektif para penghulu untuk meringankan beban penderitaan yang dialami oleh para korban.

Momen paling mengharukan terjadi ketika perwakilan dari PW APRI Aceh menyampaikan laporannya. Dalam sambutan yang lirih, diselingi isak tangis, perwakilan tersebut menggambarkan kondisi memprihatinkan yang terjadi di lapangan pasca-bencana. 


Ia melaporkan bahwa sejumlah penghulu di daerah masih dinyatakan hilang dan terputus komunikasinya. Lebih lanjut, disampaikan pula kabar duka bahwa banyak Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah tersebut yang rusak parah bahkan hilang diterjang oleh derasnya arus banjir bandang.

"Kami berharap kegiatan ini menguatkan kami para penghulu di daerah bencana," tutur perwakilan Aceh tersebut penuh harap. Ia juga memohon agar rekan-rekan penghulu se-Indonesia tetap mendoakan dan mendukung mereka untuk menghadapi cobaan berat ini.

Pesan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta Zoom Meeting, yang menunjukkan komitmen pada jargon APRI, yakni: "Penghulu bersatu masalah berlalu." Jargon ini menjadi penyemangat agar para penghulu tetap teguh dan solid dalam menghadapi segala tantangan, termasuk bencana alam.

Melalui kegiatan Doa Bersama dan penggalangan donasi ini, APRI membuktikan dirinya tidak hanya fokus pada urusan pernikahan, tetapi juga berperan aktif sebagai garda terdepan dalam aksi solidaritas sosial dan kemanusiaan di tingkat nasional. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis