Daerah

PW APRI Gorontalo Gelar Bahtsul Masail Bahas Konflik Wali Nasab dalam Perspektif Fikih
28 Apr 2026 | 37 | Penulis : Biro Humas APRI Gorontalo | Publisher : Biro Humas APRI Gorontalo
Gorontalo, Selasa 28 April 2026 — Pengurus Wilayah Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (PW APRI) Provinsi Gorontalo melaksanakan kegiatan Bahtsul Masail bertema “Konflik Wali Nasab: Solusi Fikih terhadap Sengketa Keluarga dalam Pernikahan”, bertempat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Selatan. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah dan keagamaan yang strategis dalam membahas berbagai persoalan aktual terkait perwalian dalam pernikahan, khususnya sengketa wali nasab yang kerap menjadi dinamika dalam pelayanan kepenghuluan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Asrul Lasapa, yang juga bertindak sebagai pemateri utama, Kasi Kepenghuluan Rizan Adam, Kasi Bimas Islam Salman Haji Ali, Ketua PW APRI Gorontalo Hasan Dau, serta diikuti oleh seluruh penghulu se-Provinsi Gorontalo.
Dalam pemaparannya, Asrul Lasapa menekankan pentingnya pemahaman fikih yang komprehensif serta ketelitian para penghulu dalam menyikapi persoalan konflik wali nasab, agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara syar’i, bijak, dan sesuai regulasi yang berlaku. Menurutnya, forum Bahtsul Masail menjadi ruang penting untuk memperkuat kapasitas penghulu dalam menjawab persoalan-persoalan kontemporer yang semakin kompleks.
Ketua PW APRI Gorontalo, Hasan Dau, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen APRI dalam meningkatkan kualitas intelektual dan profesionalisme penghulu melalui forum musyawarah ilmiah berbasis turats dan regulasi modern. Tema yang diangkat dinilai sangat relevan karena persoalan sengketa wali nasab kerap menjadi isu sensitif yang membutuhkan pendekatan fikih sekaligus solusi praktis dalam pelayanan nikah.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan, telaah kitab fikih, serta kajian kasus yang berkembang di lapangan. Para peserta bersama-sama merumuskan pandangan dan solusi terhadap berbagai problematika wali nasab sebagai rekomendasi bersama dalam penguatan layanan kepenghuluan.
Melalui kegiatan ini, PW APRI Gorontalo menegaskan peran strategis penghulu tidak hanya sebagai pelaksana administrasi pernikahan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai syariat, mediator sosial, dan problem solver bagi masyarakat. *Bahtsul Masail* ini diharapkan melahirkan rumusan pemikiran yang konstruktif serta menjadi rujukan dalam menangani sengketa keluarga terkait pernikahan secara adil, maslahat, dan sesuai prinsip-prinsip fikih.
Kegiatan berlangsung khidmat, penuh semangat keilmuan, serta menjadi wujud nyata kontribusi APRI dalam mendukung transformasi layanan KUA yang profesional, moderat, dan responsif terhadap kebutuhan umat.
Kepala KUA Sekampung Udik Hadiri Rakor Bimas
30 Apr 2026
Kepala KUA Sukadana Hadiri Rakor Bimas Islam
30 Apr 2026