Program BRUS : Kemenag-BKKBN Serta Kemenkes Sinergi Dorong Generasi Tangguh dan Bebas Pernikahan Dini
Daerah

Program BRUS : Kemenag-BKKBN Serta Kemenkes Sinergi Dorong Generasi Tangguh dan Bebas Pernikahan Dini

  22 Jul 2026 |   36 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Selesai, (Humas). BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah) adalah program prioritas dari Kementerian Agama (Kemenag) yang ditujukan bagi pelajar. Program ini membekali remaja dengan edukasi kesehatan reproduksi, pengenalan potensi diri, serta pencegahan perilaku berisiko seperti pergaulan bebas, bullying, dan pernikahan dini. Program BRUS di KUA Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat dirancang untuk memberikan pembekalan yang komprehensif kepada para remaja, khususnya yang berada di usia sekolah. Dalam program ini, para peserta tidak hanya diberikan bimbingan akademis, tetapi juga penguatan karakter, keterampilan hidup, serta pemahaman tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan mental.

Para tenaga pengajar dan pembimbing yang terlibat dalam program ini merupakan para ahli dan praktisi yang memiliki dedikasi tinggi untuk membantu anak muda agar dapat mengoptimalkan potensi mereka. Kegiatan Bimbingan Perkawinan bagi Remaja Usia Sekolah (BRUS) bersama Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam pembinaan remaja, khususnya dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang sehat dan berkualitas sejak usia sekolah. Demikan disampaikan Kepala Kanor Kementerian Agama Kabupaten Langkat H. Ainul Aswad. MA yang diwakili oleh H. Edy Munawar Hutabarat. SE.SAg.MAP selaku Kepala KUA Kecamatan Selesai dan juga  Wakil Ketua APRI Provinsi Sumatera Utara

Lebih lanjut Fasilitator Bimwin  ini mengatakan Kegiatan BRUS ini bertujuan untuk mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh fasilitas pendidikan yang memadai. Selain itu, BRUS juga berfokus pada pemberdayaan remaja dalam menghadapi tantangan dunia modern, yang seringkali dipenuhi dengan berbagai tekanan sosial dan perkembangan teknologi yang pesat. Keberhasilan Program BRUS di Kecamatan Selesai ini merupakan salah satu langkah besar menuju terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas, terampil, dan berkarakter.

Narasumber dalam kegiatan ini turut juga disampaikan oleh H. Kurniya Amir, S.PdI. MM Selaku Kepala KUA Kecamatan Salapian dan juga sebagai Fasilitator Nasional BRUS Menyampaikan bahwa dalam rangka menghasilkan generasi muda yang tangguh, berkepribadian kuat, serta mampu menghadapi tantangan zaman, Kementerian Agama terus mendorong pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Sebagai fasilitator dalam kegiatan ini,  memberikan materi dan motivasi kepada para siswa, ia menekankan pentingnya peran remaja sebagai calon pemimpin bangsa.

Para siswa yang antusias menerima materi dan pembinaan seputar pengembangan potensi diri, pembentukan karakter serta motivasi meraih cita-cita. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu solusi konkret dalam mengantisipasi pernikahan dini yang masih marak terjadi di kalangan remaja. Remaja hari ini adalah pemimpin masa depan. Jika tidak dibimbing dengan baik, mereka akan rentan terhadap berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depannya,” ujarnya. 

Dengan pendekatan yang intensif, edukatif, dan berbasis nilai keagamaan, kegiatan ini diharapkan mampu membantu para siswa membentengi diri dari pengaruh negatif, memperkuat karakter, serta menjadi generasi yang sehat, tangguh, dan religius. Program BRUS juga menjadi respons atas maraknya problematika remaja saat ini, seperti perilaku seks bebas yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, penyalahgunaan narkoba, praktik bullying, hingga keterlibatan dalam geng remaja yang negatif.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin dan Selasa tanggal 20 dan  21 Juli 2026 bertempat di Aula Kantor Desai Sei Limbat Kecamatan Selesai yang di ikuti oleh 100 peserta berasal dari berbagai Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Metode pelaksanaan bersifat interaktif, seperti diskusi, tanya jawab, dan studi kasus, sehingga peserta dapat lebih memahami materi secara mendalam.

Remaja juga didorong untuk aktif bertanya dan berbagi pandangan mengenai tantangan yang mereka hadapi. Turut juga sebagai Narasumber Ibu Uul dari Koordinator PPLKB Kecamatan Selesai, Ibu Rafika Mazlan Puskesmas Kecamatan Selesai serta Ibu Endang Supriyanti Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Selesai. Turut Juga menyampaikan sambutan Camat Kecamatan Selesai yang diwakili oleh Kasi Pem dan juga dihadiri oleh Kepala Desa Sei Limbat serta guru guru pendamping yangberasal dari Sekolah peserta

Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan moral dan motivasi, serta ajakan kepada remaja untuk menjauhi perilaku berisiko dan mempersiapkan masa depan dengan lebih matang.

Bagikan Artikel Ini

Infografis