Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme, KUA Pancur Batu Koordinasi dengan Lintas Sektoral
Daerah

Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme, KUA Pancur Batu Koordinasi dengan Lintas Sektoral

  14 Jul 2026 |   0 |   Penulis : Humas Cabang APRI Deli Serdang |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Deli Serdang (Humas) – Dalam upaya memperkuat sinergi menjaga keamanan, ketertiban, serta memperkokoh kerukunan umat beragama di tengah masyarakat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu H. Ilyas, M.A melaksanakan koordinasi dengan unsur lintas sektoral, khususnya Satuan Khusus Bagian Anti Teror dan Bidang Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat deteksi dini terhadap potensi paham radikalisme dan terorisme sekaligus mengoptimalkan peran KUA sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Koordinasi tersebut dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi. Pertemuan difokuskan pada penguatan komunikasi, pertukaran informasi, serta penyamaan persepsi mengenai langkah-langkah strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya melalui pendekatan pembinaan keagamaan yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada penguatan wawasan kebangsaan.

Ilyas menyampaikan bahwa tantangan kehidupan beragama pada era digital semakin kompleks. Penyebaran informasi yang begitu cepat melalui media sosial membuka peluang munculnya berbagai paham yang dapat memengaruhi cara pandang masyarakat, terutama generasi muda. Karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara instansi pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa dalam mencegah berkembangnya paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran agama yang damai.

Menurutnya, KUA memiliki posisi strategis sebagai institusi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat melalui berbagai layanan keagamaan, mulai dari pelayanan nikah, bimbingan keluarga sakinah, pembinaan masjid, penyuluhan agama, pembinaan zakat dan wakaf, hingga pembinaan kerukunan umat beragama. Seluruh layanan tersebut menjadi ruang yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, cinta tanah air, serta semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Koordinasi ini merupakan langkah bersama dalam memperkuat sinergi antarlembaga. Pencegahan terhadap berkembangnya paham radikalisme dan terorisme tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. KUA siap menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas pentingnya membangun sistem komunikasi yang berkesinambungan antara KUA dengan aparat keamanan dan instansi terkait. Melalui komunikasi yang baik, berbagai potensi permasalahan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

Selain itu, peserta koordinasi juga menyoroti pentingnya meningkatkan literasi digital masyarakat. Di era perkembangan teknologi informasi, penyebaran narasi provokatif, ujaran kebencian, hingga propaganda yang mengarah pada radikalisme sering kali memanfaatkan ruang digital. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk menyaring informasi, memahami ajaran agama secara komprehensif, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Bidang Penanggulangan Tindak Pidana Terorisme dalam kesempatan tersebut mengapresiasi peran aktif Kementerian Agama, khususnya KUA Kecamatan Pancur Batu, dalam membangun komunikasi lintas sektoral. Menurutnya, pendekatan pencegahan melalui edukasi keagamaan dan pembinaan masyarakat merupakan strategi yang sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

Pencegahan tindak pidana terorisme, lanjutnya, tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui upaya preventif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat. Keterlibatan tokoh agama, penyuluh agama, penghulu, dan berbagai unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ketahanan sosial yang mampu menangkal masuknya paham-paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan bangsa.

Dalam diskusi tersebut juga disampaikan bahwa moderasi beragama merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai moderasi mengajarkan sikap adil, seimbang, menghargai perbedaan, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat.

KUA sebagai perpanjangan tangan Kementerian Agama di tingkat kecamatan terus berupaya mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui berbagai program pembinaan kepada masyarakat. Program tersebut melibatkan penyuluh agama, penghulu, tokoh agama, pengurus rumah ibadah, organisasi kemasyarakatan, serta generasi muda agar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Koordinasi lintas sektoral ini juga sejalan dengan implementasi Asta Protas Kementerian Agama yang menempatkan penguatan kerukunan umat beragama, moderasi beragama, transformasi layanan keagamaan, serta kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas dan berdampak bagi masyarakat.

Melalui sinergi yang terus dibangun, diharapkan tercipta sistem pencegahan yang lebih komprehensif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang. Seluruh pihak diharapkan mampu menjalankan peran sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Ilyas menegaskan bahwa pihaknya akan terus membuka ruang koordinasi dengan berbagai instansi dan elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain meningkatkan kualitas pelayanan administrasi keagamaan, KUA juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan bangsa melalui pembinaan umat yang berlandaskan nilai-nilai agama yang rahmatan lil 'alamin.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan menjaga keamanan dan kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat penegak hukum, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, berbagai potensi konflik maupun penyebaran paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa dapat dicegah sejak dini.

Melalui koordinasi yang berkesinambungan, diharapkan hubungan kemitraan antara KUA Pancur Batu dan seluruh unsur lintas sektoral semakin kuat sehingga mampu menghadirkan pelayanan keagamaan yang adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, memperkokoh nilai-nilai Pancasila, serta mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, toleran, dan sejahtera.

Ke depan, KUA Kecamatan Pancur Batu berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan masyarakat yang mengedepankan nilai moderasi beragama, penguatan wawasan kebangsaan, serta peningkatan literasi keagamaan. Melalui sinergi yang semakin erat antara Kementerian Agama, aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan upaya menjaga keamanan, memperkuat kerukunan, dan mencegah berkembangnya radikalisme dapat berjalan secara optimal demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, harmonis, dan berkeadaban.

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis