Perkuat Multi Layanan, KUA Jenu Serahkan Proposal JIMAT SANTRI Saat Monev & Pembinaan ASN
Daerah

Perkuat Multi Layanan, KUA Jenu Serahkan Proposal JIMAT SANTRI Saat Monev & Pembinaan ASN

  03 Jul 2026 |   27 |   Penulis : APRI Pusat |   Publisher : APRI Pusat

Jenu (Tuban) - Monitoring dan Evaluasi program Bina KUA dan Keluarga Sakinah serta Pembinaan ASN oleh Kepala Kantor bersama Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban di KUA Jenu.

Kegiatan Monev dan Pembinaan ASN Kemenag di wilayah kecamatan Jenu dihadiri Pengawas Madrasah MI-RA, Guru DPK, Ketua DWP KUA Jenu serta dihadiri oleh semua ASN KUA Jenu. Rabu, 01/07/2026. 

Setelah kegiatan pembinaan dibuka, Kepala KUA Jenu memberikan sambutan selamat datang dan menyampaikan progres capaian program yang telah dilakukan di Jenu, mulai bimbingan layanan pernikahan yang selama 5 (lima) tahun dia memimpin tidak ada permasalahan yang rumit dan tidak ada aduan dari masyarakat. "Saya bersyukur bahwa selama saya memimpin di KUA Jenu ini tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan karena kami selalu menjalin koordinasi dengan berbagai pihak, bahkan saya upayakan membantu masyarakat yang mengalami problem di tingkat kabupaten kami komunikasikan dengan pihak Dukcapil maupun Pengadilan Agama, dan alhamdulillah tidak ada aduan sama sekali," imbuhnya.   


Pembinaan ASN oleh Kepala Kemenag Tuban di KUA Jenu dilaksanakan bersamaan dengan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) program Bina KUA & Keluarga Sakinah oleh Kepala Seksi Bimas Islam dan tim Monev. Di waktu yang sama juga dilakukan monev kepada guru DPK oleh Seksi Pendidikan dan Madrasah. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban secara kedinasan bagi KUA, guru DPK maupun bagi Kemenag Tuban sendiri, di mana program-program yang telah dilaksanakan selama satu semester tahun ini oleh semua pihak perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pimpinan demi perbaikan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kualitas pendidikan madrasah di wilayah kecamatan Jenu. 


Monev di Jenu merupakan hari ke-7 (tujuh) dari rangkaian kegiatan Monev dan pembinaan ASN sebagaimana yang telah dijadwalkan. 

Selesai kegiatan pembinaan dan evaluasi, Kepala KUA Jenu menyerahkan proposal program JIMAT SANTI: Ngaji Manfaat di Kawasan Industri kepada Kepala Kemenag Tuban. disaksikan Kasi Bimas Islam dan seluruh ASN KUA Jenu beserta Pengawas RA-MI.

Dalam pembinaannya, Kepala Kemenag Tuban menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja KUA Jenu selama ini yang sudah luas biasa, dengan program inovasi JAMU SEHAT CATIN yang sudah sukses menjadi program inovasi pelayanan publik di tingkat kabupaten Tuban selama 2 (dua) kali pada tahun 2024 dan 2025. Beberapa prestasi yang sudah diraih berkat sinergi dengan berbagai lintas sektor terutama Puskesmas dan Balai KB menjadi kunci keberhasilan program KUA, katanya. "memang kita harus menggandeng mitra kerja berbagai instansi agar program prioritas Kementerian Agama yaitu "Asta Protas" dan program-program lainnya dapat diimplementasikan dan memberi dampak yang nyata bagi masyarakat", tuturnya. 


Selanjutnya isi pesan Umi Kulsum, Kepala Kemenag Tuban dalam pembinaan ASN Kemeng di wilayah kecamatan Jenu adalah sebagai berikut:

  1. Penekanan pada pemberdayaan Majelis Taklim, khususnya untuk para penyuluh karena semua berdomisili di wilayah Jenu, maka harus all out. Data Majelis taklimnya harus ditingkatkan lagi sampai terbit SKT, begitu juga dengan data Masjid/Musholla sebagaimana arahan program dari pusat. Pemberdayaan majelis taklim juga bisa melalui pengajian dengan kurikulum yang ada: Aqidatul Awam (aqidah), Taisirul Kholaq (akhlak), Safinatun Najah (Fiqh)
  2. Jenu sekarang ini adalah kecamatan industri dan banyak warga pendatang dari luar kota yang bekerja serta tinggal di sini (Jenu: red), maka harus menjadi perhatian bagi para penyuluh dan perlu cara serta kolaborasi dengan stakeholder, misal CSR perusahaan dll;
  3. Perlunya melibatkan DWP KUA termasuk DPK & Istri dalam mendukung program-program KUA; 
  4. Disiplin Kerja harus ditingkatkan, baik terkait waktu maupun kualitas kinerjanya; 
  5. Kebersihan kantor harus menjadi perhatian bagi semuanya. Selain programnya bagus kantornya harus bagus pula, karena yang pertama kali dilihat oleh masyarakat saat bertamu di KUA adalah kondisi fisik kantor terutama kebersihan;
  6. Program 1 Pohon Cinta dari sepasang Catin harus digalakkan dan secara teknis bisa dikembangkan dengan menjalin kerjasama dengan instansi lain untuk distribusiannya;
  7. Pengelolaan & pembinaan menejemen masjid perlu dikembangkan dengan adanya pendataan ID masjid;
  8. Terkait lembaga pendidikan, diminta membuat Data dalam bentuk Grafik untuk mengetahui perkembangan siswa di Madrasah sekaligus bisa dipakai untuk kegiatan pembinaan saat haflah ahhirussanah ataupun apa;  
  9. IKM berbasis data online (Barcode). Setiap KUA harus melakukan survey kepuasan masyarakat melalui Indeks Keputusan Masyarakat terhadap layanan KUA; 
  10. Survey & pemetaan potensi di Cafe untuk pembinaan kepada remaja-remaja yang nongkrong;
  11. Misi terselubung yang menyerang kalangan anak-anak & remaja lewat game online, saat ini sudah ada yang terpapar 100 anak. Kasus: anak kelas 5 di kota Batu ia bisa merakit BOM karena belajar online dan dibaiat secara online sebab pegang HP melebihi batas. Ini harus menjadi perhatian kita dan melakukan pembinaan lebih intensif, terutama di tempat-tempat mereka kumpul, Kafe2 dll;
  12. Dalam menopang keberhasilan Zona Integritas, Kemenag akan membuat agent perubahan yang melibatkan KUA. 

Kegiatan pembinaan diakhiri dengan penyerahan buku Kinerja KUA Jenu tahun 2025 dan proposal progam JIMAT SANTRI untuk program inovasi baru di tahun 2026, kemudian dilanjut berfoto bersama di halaman kantor. (ais) 

 

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis