Daerah

Perkuat Kesiapan Calon Pengantin, Kemenag Bireuen Gelar Bimwin Secara Daring
29 Jul 2026 | 37 | Penulis : Biro Humas APRI Aceh | Publisher : Biro Humas APRI Aceh
Kementerian Agama (Kemenag) Bireuen melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti 76 calon pengantin (catin) dari 17 Kecamatan di Bireuen secara virtual, Rabu, (29/7/2026).
Selain Kepala Kemenag Bireuen, Dr. H Zulkifli S.Ag, M.Pd, narasumber juga diisi oleh Dekan Fakultas Kesehatan, Universitas Al-Muslim, Siti Rahmah, SST, M.Kes, Kasi Bimas Islam, Rifal Fauzal, SH, dan Kasubbag Tata Usaha, Iskandar, SHI, yang dimoderatori Agusti Randa, S.Sos.I.
Zulkifli menyampaikan pentingnya pembekalan diri sebelum memasuki gerbang pernikahan. Karena pernikahan merupakan ikhtiar yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin, tidak hanya dari aspek agama, namun juga aspek sosial, psikologis, dan tanggung jawab dalam membina rumah tangga yang diidam-idamkan calon pengantin.
"Pernikahan merupakan sebuah ikatan lahir dan batin bagi dua insan yang di dalamnya butuh komitmen bersama dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah," ujarnya.
Dikatakan, ikatan perkawinan akan rentan jika salah satu dari pasangan suami istri bersikap egois, ingin menang sendiri, dan tidak menerima masukan dari pasangannya.
"Apalagi jika ada di antara mereka mengabaikan hak dan kewajiban sebagai suami-istri," tukas mantan Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh itu.
Siti Rahmah, SST, MKes, menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak sebelum menikah. Hal lainnya yang tak kalah penting adalah pemeriksaan kesehatan pranikah, pemenuhan gizi masa kehamilan, dan menjaga kesehatan sejak seribu hari pertama kehidupan anak pasca melahirkan, sehingga anak terbebas dari stunting.
"Gaya hidup sehat, hubungan intim suami istri sesuai tuntunan agama, dan cara menghidupkan suasana romantis, perlu diterapkan dalam hubungan suami istri agar rumah tangga tetap harmonis," ujarnya.
Kasubbag Tata Usaha, Iskandar, SHI menyampaikan pentingnya bimbingan perkawinan sebagai salah satu bentuk pelayanan strategis Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga.
"KUA harus menjadi garda terdepan dalam optimalisasi layanan bimbingan perkawinan kepada catin, sehingga setiap calon pengantin memperoleh bekal yang memadai sebelum memasuki kehidupan berumah tangga," ungkapnya.
Kasi Bimas Islam, H Rifal Fauzal SH menjelaskan, pelaksanaan Bimwin secara daring ini merupakan yang pertama kali diluncurkan di Bireuen.
"Ini sebagai upaya untuk memperluas jangkauan layanan kepada calon pengantin sekaligus memperkuat peran KUA sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga," paparnya.
Kepala KUA Gandapura, Abdul Halim, M.Kom.I berharap kepada calon pengantin yang telah mengikuti bimwin secara daring agar dapat mengaplikasikan bekal tersebut dalam kehidupan sehari-hari setelah pernikahan.
"Melalui bimwin ini, KUA akan terus berkontribusi dalam pelayanan berkelanjutan terhadap catin dalam membangun keluarga yang tangguh, penuh tanggung jawab, sehingga terciptanya generasi yang unggul," pungkas pengurus APRI Aceh itu.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Bireuen berharap para calon pengantin memiliki kesiapan mental spiritual, sosial, dan kesehatan yang lebih baik sehingga terbangun keluarga yang harmonis, sejahtera, dan menjadi fondasi rumah tangga yang berkualitas.
Kegiatan bimwin juga diselingi dengan diskusi dengan peserta yang membahas seputar kewajiban dan hak suami-istri, pengelolaan ekonomi keluarga, dan kesehatan reproduksi. Di akhir sesi, peserta diberikan sertifikat bimwin yang dikeluarkan oleh KUA masing-masing asal peserta calon pengantin.
Selain calon pengantin, bimwin juga diikuti para Kepala KUA, penyuluh agama Islam, dan ASN di lingkungan Kemenag Bireuen. (Halim)