Perkuat Edukasi Keuangan Keluarga, Panitia GAS Medan dan APRI Audiensi ke Bank Indonesia Sumut
Daerah

Perkuat Edukasi Keuangan Keluarga, Panitia GAS Medan dan APRI Audiensi ke Bank Indonesia Sumut

  02 Apr 2026 |   32 |   Penulis : Biro Humas APRI Sumatera Utara |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Medan, (Humas). Panitia Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS) Kota Medan yang berkolaborasi dengan unsur Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Medan dan Dispora Kota Medan melakukan langkah strategis dalam mematangkan persiapan CFD Wedding Expo. Pada Kamis pagi (02/04), rombongan melaksanakan audiensi resmi ke Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara untuk menjalin kerja sama lintas sektoral.

Pertemuan penting tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung KPw BI Provinsi Sumatera Utara, Medan. Pihak Panitia APRI Kota Medan hadir secara langsung yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Drs. H. Ahmat Yani Siregar, MA, didampingi Sekretaris H. Ramlan, MA, serta Seksi Humas M. Khoir Simamora, SH. Kehadiran mereka bersama Tim Dispora Sumut disambut hangat oleh otoritas perbankan sentral tersebut.

Rombongan panitia diterima langsung oleh Hendra Wangsa Dikrama, Kepala Tim Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Sumatera Utara. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, Kepala Tim Implementasi Kebijakan SP & Pengawasan SP PUR, Angsoka Yorintha, yang memberikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi unik yang memadukan urusan keagamaan dengan literasi keuangan.

Audiensi ini merupakan bentuk kolaborasi nyata seputar edukasi literasi keuangan, terutama kampanye Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, QRIS, dan PeKA. Materi-materi ini rencananya akan disosialisasikan kepada para peserta GAS Nikah KUA on the Street yang akan dilaksanakan pada momen Car Free Day (CFD) Medan, Ahad, 03 Mei 2026 mendatang.

Dalam rapat yang dipandu oleh MC Reza Febrian tersebut, dibahas mengenai rencana keterlibatan Bank Indonesia dalam mengisi sesi edukasi. Pihak BI berkomitmen untuk melaksanakan sesi Talkshow yang menyasar masyarakat umum serta calon pengantin mengenai pentingnya manajemen keuangan keluarga sebagai pondasi ketahanan rumah tangga.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pemahaman mengenai penggunaan uang Rupiah sebagai mahar pernikahan. Banyaknya fenomena uang mahar yang dibentuk sedemikian rupa menjadi sorotan, karena seringkali melanggar ketentuan perlindungan fisik uang kertas. BI ingin memastikan masyarakat memahami cara memperlakukan Rupiah dengan hormat saat dijadikan mas kawin.

Hendra Wangsa Dikrama menekankan bahwa penyusunan mahar tidak boleh sampai merusak fisik uang, seperti melipat secara ekstrem, memotong, atau menggunakan lem yang kuat. Hal ini dilakukan agar peruntukan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara tetap terjaga meskipun berada dalam bingkai mahar pernikahan yang estetis. 




Selain mengenai fisik uang, literasi mengenai sistem pembayaran digital seperti QRIS juga akan menjadi materi tambahan. Panitia berharap dengan adanya pemahaman mengenai pembayaran non-tunai, pasangan muda di Kota Medan dapat lebih adaptif terhadap teknologi keuangan yang transparan dan efisien dalam mengelola anggaran rumah tangga nantinya.

Ketua Panitia, Ahmat Yani Siregar, menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi peserta GAS Nikah. Menurutnya, sadar pencatatan nikah harus dibarengi dengan kesadaran finansial agar tujuan membentuk keluarga yang sejahtera dapat tercapai secara komprehensif dari segala sisi, baik hukum agama maupun ekonomi.

Dispora Kota Medan yang turut hadir juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan CFD Wedding Expo ini. Integrasi kegiatan olahraga, pameran pernikahan, dan edukasi publik dinilai sebagai inovasi pelayanan masyarakat yang segar dan menarik perhatian warga Medan di hari libur.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan teknis mengenai persiapan acara di bulan Mei mendatang. Dengan adanya sinergi antara APRI, Dispora, dan Bank Indonesia, kegiatan GAS Nikah di arena CFD diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi terpadu yang menyentuh aspek legalitas pernikahan sekaligus kecintaan terhadap mata uang Rupiah. (MHS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis