Perkuat Bimbingan Masyarakat, Penghulu KUA Lolowa'u Giatkan Syiar Islam Lewat Mimbar Jumat
Daerah

Perkuat Bimbingan Masyarakat, Penghulu KUA Lolowa'u Giatkan Syiar Islam Lewat Mimbar Jumat

  21 Feb 2026 |   23 |   Penulis : Humas Cabang APRI Nias Selatan |   Publisher : Biro Humas APRI Sumatera Utara

Lolowa'u (Humas). Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lolowa'u, Febri Syahputra, S.H, tampil di atas mimbar sebagai khatib untuk menyampaikan pesan-pesan spiritual yang membakar semangat jamaah dalam menjalankan ibadah puasa di minggu pertama ramadan pada Jumat (20/02/26).

Di sebuah sudut Kecamatan Lolowa’u, saat matahari tepat berada di puncaknya, seruan azan jumat pertama ramadan 1447 H berkumandang lirih namun sarat makna. Di wilayah yang umat islamnya merupakan minoritas ini, gema ramadan mungkin tidak disambut dengan dekorasi megah di jalanan atau keramaian pasar takjil yang meluap. Namun, di dalam masjid ada getaran iman yang jauh lebih kuat dari sekadar seremoni.
Khutbah yang menyentuh relung hati, membangkitkan semangat mereka yang sedang berjuang menjalankan rukun islam keempat di tengah lingkungan yang tetap beraktivitas normal seperti hari-hari biasa.

Dalam khutbahnya, Khatib menyadari bahwa ada tantangan psikologis tersendiri bagi umat Islam di Lolowa’u. Saat aroma makanan tetap tercium dari warung-warung yang terbuka dan kawan sejawat tetap makan-minum di depan mata, di situlah letak kemuliaan seorang mukmin.
"Mungkin di tempat lain, suasana ramadan terasa mudah karena lingkungan yang mendukung. Namun di sini, di tempat kita, ramadan adalah ujian cinta yang sesungguhnya antara kita dengan Sang Khalik. Kita berpuasa bukan karena melihat orang lain berpuasa, tapi murni karena panggilan iman yang bergemuruh di dada kita sendiri," ujarnya dengan nada khutbah yang menggetarkan.

Suasana salat jumat tersebut berlangsung sangat khidmat. Tidak ada suara petasan atau bising pawai, yang ada hanyalah kesyahduan doa dan tekad bulat para jemaah untuk menuntaskan puasa hingga hari kemenangan.
Khutbah Jumat di Lolowa'u siang itu bukan sekadar gugur kewajiban, melainkan pengingat bahwa iman tidak diukur dari seberapa riuh siar di jalanan, melainkan seberapa teguh hati menjaganya di tengah kesunyian. Di bawah langit Nias Selatan, umat muslim Lolowa'u kini bersiap menyongsong fajar ramadan dengan dada yang lebih lapang dan semangat yang lebih membara. Sebuah bukti nyata bahwa di wilayah minoritas sekalipun, cahaya ramadan tetap mampu menjadi oase kesejukan bagi sesama.

Melalui pesan mimbar ini, Penghulu KUA Lolowa'u berharap seluruh umat muslim di wilayah tersebut dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh rasa semangat dan kekhusyukan sekaligus tetap menjaga harmoni antarumat beragama. Dengan semangat yang telah dikobarkan, Ramadan 1447 H di Nias Selatan diharapkan menjadi momentum penguatan kesalehan individu dan sosial, serta memperkokoh kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Nias yang majemuk.

Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keriuhan bukanlah syarat sahnya ibadah. Justru dalam kesunyian dan keterbatasan, seringkali kita menemukan ketulusan yang paling dalam. KUA Lolowa’u berkomitmen untuk terus mendampingi umat, memastikan bahwa meski jumlahnya sedikit, cahaya iman di Lolowa’u akan tetap bersinar terang. (FS)

Bagikan Artikel Ini

Infografis