Rokan Hilir (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kubu, H. Ahmad Asyura, menghadiri kegiatan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Fastabiqul Khoirot, Tanjung Lumba-Lumba, Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Rabu (24/06/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung usai Salat Isya, sekitar pukul 20.30 WIB hingga selesai tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Kubu, Danramil Kubu, Bhabinkamtibmas Teluk Merbau, Lurah Teluk Merbau, serta para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Teluk Merbau.
Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Jamaah yang memadati Masjid Fastabiqul Khoirot tampak antusias mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga selesai. Lantunan doa dan tausiah yang disampaikan semakin menambah kekhusyukan peringatan Hari Asyura, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara unsur pemerintah, tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Teluk Merbau.
Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Kubu, H. Ahmad Asyura, menyampaikan bahwa tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura memiliki makna dan sejarah yang sangat besar dalam peradaban Islam. Menurutnya, momen tersebut juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim dan piatu.
"10 Muharram atau yang dikenal dengan Hari Asyura memiliki sejarah besar dalam peradaban Islam. Momen ini juga sangat istimewa untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya kepada anak-anak yatim dan piatu. Bahkan, bulan Muharram sering disebut sebagai 'Lebaran Anak Yatim' atau Idul Yatama," ujarnya.
Lebih lanjut, H. Ahmad Asyura mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan 10 Muharram sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak hanya sebatas tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk pengamalan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
"Melalui peringatan ini, mari kita jadikan sebagai momentum untuk merenungkan kembali nilai-nilai kasih sayang. Menyantuni dan memuliakan anak yatim bukan sekadar tradisi, melainkan anjuran Rasulullah SAW. Semoga santunan dan kebersamaan kita membawa keberkahan bagi kita semua," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ahmad Asyura turut menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim yang hadir. Penyerahan bantuan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan pentingnya memuliakan dan menyayangi anak yatim, khususnya pada momentum peringatan 10 Muharram.
Kegiatan yang diperingati setiap tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan santunan dan kebersamaan dengan anak yatim, diharapkan semangat berbagi serta kepedulian terhadap sesama semakin mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan peringatan 10 Muharram tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh makna. Diharapkan, semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui peringatan Hari Asyura dapat terus tumbuh dan menjadi budaya di tengah masyarakat. (Ysf/Humas)