Pengurus Cabang APRI Kota Banda Aceh Laksanakan Rapat Kerja Tahun 2026
Daerah

Pengurus Cabang APRI Kota Banda Aceh Laksanakan Rapat Kerja Tahun 2026

  12 Feb 2026 |   72 |   Penulis : Humas PC APRI Banda Aceh |   Publisher : Biro Humas APRI Aceh

Pengurus Cabang Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Banda Aceh menggelar Rapat Kerja (Raker) di Kupi Nanggroe, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran APRI dalam Meningkatkan Kompetensi, Profesionalisme, dan Solidaritas Penghulu Menuju KUA Berdaya dan Pelayanan Keagamaan Berdampak.” 

Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam beserta staf, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh, Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kota Banda Aceh, jajaran pengurus cabang APRI, serta para penghulu di lingkungan Kota Banda Aceh. 

Kegiatan rapat kerja diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat dhuhur berjamaah dan makan siang bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan agenda rapat kerja sebagai forum pembahasan program dan strategi organisasi ke depan. 

Ketua Pengurus Cabang APRI Kota Banda Aceh, H. Saiful Bahri, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan momentum penting untuk menyusun dan menyelaraskan program strategis organisasi ke depan. Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi dan profesionalisme penghulu harus terus dilakukan, baik dalam aspek administrasi pencatatan nikah maupun dalam pembinaan dan pendampingan masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Salman, S.Pd, M.Ag dalam arahannya menegaskan bahwa penghulu merupakan figur yang sangat melekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, peran tersebut harus diiringi dengan sikap, perilaku, dan keteladanan yang sesuai dengan nilai-nilai moral dan etika pelayanan publik. Ia juga mengingatkan pentingnya sikap introspeksi diri bagi setiap penghulu dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Kondisi, kapasitas, serta kualitas pribadi sejatinya paling diketahui oleh diri masing-masing, sehingga evaluasi diri harus menjadi budaya yang terus dipelihara. Penghulu diharapkan mampu menempatkan diri secara proporsional, tidak mudah berpuas diri, serta senantiasa memperbaiki sikap dan kinerja.

Lebih lanjut, Kakankemenag menegaskan bahwa penghulu tidak sepatutnya merasa lebih terhormat atau tinggi hati meskipun mendapatkan pujian dari masyarakat. Apresiasi hendaknya dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan sebagai alasan untuk merasa paling benar atau paling berjasa. Keteladanan, kerendahan hati, dan konsistensi dalam bersikap dinilai sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi KUA dan pelayanan keagamaan secara keseluruhan.

Rapat kerja dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi, serta perumusan rekomendasi strategis. Hasil rapat kerja diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan program kerja APRI Cabang Banda Aceh dalam mendukung pelayanan keagamaan yang lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Adapun sejumlah poin penting yang dihasilkan dari rapat kerja tersebut antara lain penyelenggaraan kajian rutin bulanan terkait fiqh munakahat dengan menghadirkan pakar di bidangnya, serta pelaksanaan kajian lintas sektoral yang berkaitan langsung dengan data dan isu-isu seputar pernikahan. Selain itu, APRI Cabang Banda Aceh juga merumuskan program pengaktifan dan optimalisasi media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, sebagai sarana penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan edukatif.

Rapat kerja juga melahirkan program kunjungan sosial bagi anggota penghulu yang mengalami sakit atau musibah lainnya sebagai bentuk penguatan solidaritas dan kepedulian organisasi. Di samping itu, disepakati pula program pemberian penghargaan kepada penghulu yang memasuki masa purna tugas sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian selama menjalankan tugas pelayanan keagamaan.

Melalui kegiatan ini, APRI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan integritas penghulu sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan di Indonesia.

 

Bagikan Artikel Ini

Infografis